Menjajal Teknologi i-MMD pada Honda Insight dan CR-V di Motegi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Insight dan Honda CR-V yang menggunakan teknologi i-MMD untuk uji coba dilaksanakan di Twin Ring Motegi, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/S. Dian Andryanto

    Honda Insight dan Honda CR-V yang menggunakan teknologi i-MMD untuk uji coba dilaksanakan di Twin Ring Motegi, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/S. Dian Andryanto

    TEMPO.CO, Tokyo - Usai pembukaan Tokyo Motor Show 2019, Honda melakukan test drive. Uji coba berkendara bukan dengan Honda e atau Honda Fit terbaru dengan 5 varian yang diperkenalkan di TMS 2019 itu, tapi dengan Honda Insight dan Honda CR-V Hybrid.

    Di Twin Ring Montegi, Jepang menjadi tempat dilaksanakannya test drive tersebut. Tiga mobil Honda Insight dan dua mobil Honda CR-V telah siap. “Kami ingin media merasakan teknologi i-MMD yang dikembangkan Honda melalui dua jenis kendaraan itu,” kata Yusak Billy Business Innovation and Sales Marketing Director PT Honda Prospect Motor.

    Apakah i-MMD atau Intelligent Multi-Mode Drive yang memang telah digunakan untuk kendaraan hybrid CR-V tipe 2.0 L dan Insight 1.5 L.tersebut? Akihiro Watanabe, Honda R&D Japan menjelaskan mesin Sport Hybrid i-MMD ini mewujudkan efisiensi bahan bakar yang tinggi dengan menggunakan two-motor system, serta kesenangan berkendara dengan akselerasi yang cepat dan responsif.

    Honda Insight dan Honda CR-V yang menggunakan teknologi i-MMD untuk uji coba dilaksanakan di Twin Ring Motegi, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/S. Dian Andryanto

    Watanabe yang menyaksikan test drive ini mengatakan, i-MMD memiliki struktur yang sederhana, mirip dengan rangkaian hybrid. “Seperti yang Anda lihat, pada kebanyakan situasi berkendara sehari-hari, sistem ini dapat bekerja hanya dengan menggunakan tenaga motor,” kata dia.

    Untuk jelasnya, begini gambaran kerja i-MMD itu:
    - Mesin ditujukan untuk pembangkit tenaga listrik. Ini adalah sistem sederhana yang menggerakkan ban dengan motor. Sistem akan berubah menjadi engine drive saat pengoperasian dalam kecepatan tinggi. Karena itu, perlu memasok banyak daya ke motor. Terdapat fitur yang menggerakkan mesin dengan beban tinggi yang meningkat.
    - Sebaliknya, i-MMD dilengkapi dengan mesin kopling langsung. Area mesin yang paling efisien selama pengoperasian berkecepatan tinggi. Ini adalah sistem yang dapat berjalan dengan tenang dan dengan konsumsi bahan bakar yang rendah.

    Sistem i-MMD terdiri dari E-CVT dan Power Control Unit yang merupakan sistem mesin dan 2 motor di bagian depan. Dengan memasang baterai IPU di bawah kursi belakang, maka ruang bagasi menjadi lebih besar yang setara dengan kendaraan berbahan bakar bensin. Sistem yang sama juga diaplikasikan pada 2.0 i-MMD.

    Menurut Watanabe, sumbu horizontal grafik ini menunjukkan energi total yang diperlukan untuk beroperasi dalam mode efisiensi bahan bakar tertentu. Sedangkan, sumbu vertikal menunjukkan efisiensi bahan bakar. “Seperti yang bisa kita lihat, mobil ringan mencapai efisiensi bahan bakar yang baik. Kurva hiperbolik dalam grafik menunjukkan garis di mana rasio energi yang dibutuhkan dan konsumsi bahan bakar adalah setara. Semakin kurva naik ke kanan atas, semakin efisien bahan bakar yang dapat digunakan. Dalam hal hybrid, bahkan mobil berat mencapai efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi daripada kendaraan ringan non-hybrid,” katanya, menjelaskan.

    Sistem i-MMD telah mewujudkan tingkat efisiensi tertinggi di dunia, jauh di depan kendaraan hybrid konvensional. Memang demikian, saat Tempo.co menjajal Honda Insight dan Honda CRV hybrid berteknologi i-MMD masing-masing tiga lap atau putaran dengan berbagai varian jalan, tikungan tajam, jalan lurus, dan beberapa kelokan terasa sekali akselerasinya mulus, perpindahan tenaga penggerak listrik ke baterai berjalan tak terasa. “Suara mesin tidak bising, dan saat jalan gerakannya responsif,” ujar kawan dari media yang juga melakukan uji coba itu.

    Dikebut dengan kecepatan tinggi, kemudian pengereman, dan melaju kembali mobil ini mampu responsif menjajal medan yang dibuat tak jauh dari sirkuit berlangsungnya MotoGP, 20 Oktober lalu.

    S. DIAN ANDRYANTO (MOTEGI)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.