Alasan KMI Belum Buka Pemesanan Kawasaki Ninja ZX25R 4-Silinder

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasaki Ninja ZX-25R yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Kawasaki Ninja ZX-25R yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) memastikan akan memboyong jagoan baru produsen asal Jepang itu yakni Kawasaki Ninja ZX-25R 4-Silinder untuk pasar roda dua Indonesia.

    Line Head Sales and Production Department Marketing and Sales Division KMI Sucipto Wijono mengatakan belum bisa memastikan kapan waktu pastinya dan berapa harga untuk motor supersport 250cc. Cipto hanya menegaskan bahwa motor akan masuk pasar Indonesia. Kemungkinan tahun depan.

    Kawasaki Ninja ZX-25R yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    "Untuk tanggal, harga, serta spek belum bisa saya info. Jadi saya hanya bisa jawab itu akan di jual di Indonesia," ujarnya saat dihubungi Tempo, Kamis 25 Oktober 2019.

    Ia pun memastikan pihak Kawasaki Motor Indonesia belum membuka pemesanan atau inden motor. Kabarnya ada konsumen yang sudah membayar booking fee untuk Kawasaki Ninja ZX-25R.

    "Nah itu yang salah, belum (buka pemesanan). Jadi benar-benar baru show motor saja yang di Tokyo Motor Show," ujarnya.

    Kawasaki Ninja ZX-25R yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    "Pemesanan belum ada tanggal dan waktunya, motornya saja belum ada," tambahnya.

    Lebih lanjut, Cipto meminta konsumen untuk bersabar, termasuk informasi spesifikasi, harga, pembukaan pemesanan tadi, serta kapan pasti waktu peluncurannya, meski dari kabar yang beredar motor akan meluncur tahun depan.

    "Bisa jadi (peluncuran tahun depan) tanggal, dan harga, serta spek belum bisa saya informasikan," tutupnya.

    Video Kawasaki Ninja ZX-25R dari Tokyo Motor Show 2019:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.