Semua Mobil Nissan Bakal Saling Terintegrasi Dengan Cloud

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Konsep Nissan IMX. TEMPO/Andi Ibnu

    Mobil Konsep Nissan IMX. TEMPO/Andi Ibnu

    TEMPO.CO, Atsugi - Pabrikan mobil asal Jepang Nissan bakal mengintegrasikan mobilnya ke sistem komputisasi awan. Hal ini beriringan dengan kebijakan penerapan Big data perusahaan. "Kami jadi bisa memperdalam pembelajaran pasar dan pemasaran," ujar General Manager Nissan Toshiro Muramatsu di kantornya, kemarin.

    Fitur integrasi ini merupakan buah riset divisi Nissan Intelligent Mobility bernama Altima. Dengan sambungan internet, Nissan bakal memberikan banyak kemudahan bagi pemilik dan penumpang mobil Nissan seperti penjelajahan dunia maya, mapping, hingga urusan keuangan seperti pembayaran.

    Sebagai langkah awal, Muramatsu mengatakan layanan konektivitas yang bisa diberikan Nissan ialah kemudahan dan pemutakhiran mapping. "Sambil berkendara anda akan diberi informasi tempat-tempat yang mungkin menarik buat anda seperti restoran, tempat pengisian energi, dan sebagainya," ujarnya.

    Semua informasi tersebut akan langsung terpampang di layar panel kendaraan. "Yang pasti akan memudahkan pengemudi karena mengurangi disrupsi perhatian ketika berkendara," kata Muramatsu.

    Selain itu sistem Altima juga memiliki sistem percakapan yang bisa menghubungkan semua kendaraan Nissan. "Bukan untuk komunitas saja, sistem percakapan ini juga untuk berjaga kalau ada yang butuh bantuan ketika mogok di jalanan," ujarnya.

    Muramatsu mengatakan Altima diproyeksi beroperasi penuh tahun 2022 mendatang. Adapun permutakhiran mapping akan segera diluncurkan dalam waktu dekat. Mobil konsep yang dipamerkan Nissan di Tokyo Motor Show yakni Ariya digadang-gadang jadi model pertama yang menggunakan fitur canggih terbaru Nissan tersebut.

    ANDI IBNU (ATSUGI)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.