BMW Seri 3 dan X1 Paling Laris, Ini Fitur Menarik bagi Konsumen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New BMW Seri 3 diperkenalkan di Surabaya, 29 Agustus 2019. (BMW)

    All New BMW Seri 3 diperkenalkan di Surabaya, 29 Agustus 2019. (BMW)

    TEMPO.CO, Jakarta - BMW Seri 3 dan BMW X1 diklaim sebagai model BMW yang paling populer. BMW didistribusikan oleh PT Artha Motor Lestari (AML). "Generasi ketujuh sedan sport ini sekali lagi menghadirkan tolak ukur di segmen sedan premium," kata Tjundaka Natawardaya, Director PT Artha Motor Lestari (AML), saat launching BMW 330i M Sport di Medan, Jumat 25 Oktober 2019.

    Salah satu fitur andalan dari All-New BMW 3 Series adalah BMW Laserlight yang sebelumnya hanya ada di BMW Seri 7. Fitur ini hadir untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.

    "Untuk menjelajahi lebih jauh rangkaian fitur inovatif dan desain terbaru Sang Legenda, kami mengundang pelanggan dan penggemar BMW datang ke BMW AML Medan dan mencoba kendaraan BMW terbaru seperti BMW X5, BMW X1, BMW Seri 5 dan pastinya All-New BMW 330i M Sport,”lanjut Tjundaka.

    Adapun seri All-New BMW Seri 3 merupakan salah satu inovasi terbaru BMW yang dihadirkan di Indonesia, termasuk di Medan.

    Director of Communications BMW Group Indonesia Jodie O’tania menyebutkan terdapat desain baru yang dihadirkan, yakni struktur permukaan yang jelas ke interior All-New BMW Seri 3.

    "Kabin luas dengan fokus kokpit pada pengemudi, meningkatkan konsentrasi pengemudi pada jalan. Fitur pengontrol dikelompokkan ke dalam panel yang terstruktur dengan jelas," papar Jodie.

    Jodie menerangkan tombol start/stop mesin kini terletak di panel kontrol yang baru dan berada di konsol tengah. Tuas perpindahan gigi atau tuas pemilih yang juga baru dirancang bergabung dengan iDrive Controller dan tombol-tombol untuk unit Driving Experience Control.

    Jodie mengatakan varian pertama dari All-New BMW Seri 3 yang diluncurkan di Indonesia adalah BMW 330i M Sport. Mesinnya menghasilkan tenaga lebih tinggi dari sebelumnya. "Meskipun tenaga kuat bahan bakar tetap efisien," kata Jodie.

    Adapaun kecepatan 0 hingga 100 km/jam dapat dicapai dalam 5,8 detik, berkat hasil peningkatan efisiensi dengan konsumsi bahan bakar gabungan 6.1 /100 km dan angka emisi CO2 139 g/km (UN ECE temporary). Emisi mesin juga telah ditingkatkan lebih lanjut. Sistem pengolahan gas buang mencakup filter partikel untuk mengurangi emisi materi partikel.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara