Nissan Targetkan Penjualan Mobil Listrik Sejuta Unit Pertahun

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil konsep Nissan ARIYA dipamerkan dalam acara Tokyo Motor Show 2019 di Tokyo International Exhibition Center, Jepang, 23 Oktober 2019. Stephan Jarvis/AFLO

    Mobil konsep Nissan ARIYA dipamerkan dalam acara Tokyo Motor Show 2019 di Tokyo International Exhibition Center, Jepang, 23 Oktober 2019. Stephan Jarvis/AFLO

    TEMPO.CO, Atsugi - Corporate Vice President Global Product Strategy and Product Planning Division Nissan Ivan Espinosa mengatakan target menjual 1 juta unit mobil listrik per tahun menjadi target perusahaan di 2022 mendatang. Menurutnya, Nissan sudah mempersiapkan delapan tipe mobil listrik baru termasuk tipe Ariya dan IMk yang baru aja dipamerkan di ajang Tokyo Motor Show 2019 sepanjang pekan lalu.

    “Perlebaran pasar termasuk negara Anda (Indonesia), juga jadi fokus utama,” ujar Espinosa ketika berbincang dengan Tempo di Atsugi, Jepang, akhir pekan lalu.

    Pabrikan mobil asal Jepang ini sudah lebih dari 20 tahun mengembangkan mobil listrik. Nissan sendiri merupakan salah satu pabrikan yang mempelopori menjual mobil listrik. 10 tahun terakhir, Nissan sudah menjual sekitar 530 unit mobil listrik Leaf. Capaian ini diklaim menjadi penjualan terbesar di dunia di segmen mobil listrik.

    Mobil konsep Nissan IMK dipamerkan dalam acara Tokyo Motor Show di Tokyo, Jepang, 24 Oktober 2019. REUTERS/Edgar Su

    Dalam pagelaran Tokyo Motor Show tahun ini pun, hampir semua varian seperti Leaf, Serena, Note merupakan mobil rendah emisi. Dalam hasil pengembangan teranyar Nissan memperkenalkan dua mobil konsep barunya yakni Ariya dan IMk.

    Espinosa mengatakan target menjual sejuta unit per tahun dipatok teralisasikan pada 2022 mendatang. Di luar dua generasi Leaf, dia mengatakan bakal ada delapan unit baru. Termasuk Ariya yang saat ini sudah mendekati proses produksi masal. Selain mobil listrik murni, tipe mobil eksisting seperti Note dan Serena juga akan diimplementasikan sistem hybrid Nissan, e-power.

    Sistem e-power kreasi Nissan tetap menggunakan mesin pembakaran konvensional. Tapi bedanya penggerak roda mobil 100 persen disalurkan oleh listrik. Mesin pembakaran konvensional hanya berperan sebagai generator semata. "Untuk peralihan sebelum benar-benar murni ke listrik," ujarnya.

    Espinosa mengatakan pasar Eropa dan Cina akan jadi fokus Nissan untuk mencapai target. Di kedua pasar tersebut Nissan berupaya mengejar 50 persen dan 30 persen penjualan mobilnya berasal dari tipe listrik dan e-power. Di Indonesia sendiri, Nissan sudah ancang-ancang mendatangkan Nissan Leaf yang ditenagai listrik penuh tahun depan.

    ANDI IBNU (ATSUGI)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.