General Motors Hengkang, Jualan Chevrolet Tak Sampai Seribu Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model melihat seorang petugas yang tengah mengelap mobil All New Chevrolet Trax saat dipamerkan dalam GAIKINDO Indonesia International  Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE, BSD CIty, Tangerang, 10 Agustus 2017. TEMPO/Amston Probel

    Seorang model melihat seorang petugas yang tengah mengelap mobil All New Chevrolet Trax saat dipamerkan dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE, BSD CIty, Tangerang, 10 Agustus 2017. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalah bersaing di pasar otomotif Indonesia, General Motors atau GM resmi meghentikan kegiatan penjualannya pada akhir Maret 2020. Lantas bagaimana rapor penjualan mereka selama tahun 2019? Apakah memang lesu sehingga menyebabkan General Motors hengkang?

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, Chevrolet memang tidak semoncer lainnya. Perusahaan AS ini bahkan kalah bersaing dengan para pendatang baru.

    Data wholesales dari Januari-September 2019, Chevrolet baru membukukan 595 unit dari merek Chevrolet Spark 1.4L dan Chevrolet Trax 1.4. Kemudian untuk Chevrolet Orlando
    Chevrolet Trailblazer baru meraup 257 unit. Jika ditotal, penjualan wholesales Chevrolet baru 852 unit. Itupun baru angka wholesales belum anka penjualan sesugguhnya atau retail.

    Melihat itu, rasanya sulit bagi Chevrolet untuk membukukan penjualan lebih baik dari tahun 2018. Terlebih waktu tinggal menyisakan tiga bulan. Adapun total wholesales Chevrolet pada tahun 2018 lalu sebanyak 2.509 unit. Dengan total retail sales 2.444 unit.

    Dengan demikian, keputusan General Motors hengkang meninggalkan Indonesia rasanya cukup masuk akal. Seperti juga yang disampaikan Presiden GM Asia Tenggara, Hector Villarreal. Menurut dia, setelah melalui berbagai pertimbangan, Chevrolet menarik kesimpulan bahwa Indonesia bukan pasar yang baik.

    "Di Indonesia, kami tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungan berkesinambungan,"ujarnya.

    Secara global, kata Hector, GM telah mengambil langkah-langkah untuk memfokuskan aset dan sumber daya yang dimilikinya. Jadi kedepannya GM akan lebih berfokus pada pasar yang memiliki jalur yang jelas untuk mencapai keuntungan yang berkesinambungan.

    Bukan hanya kondisi pasar, Hector juga menyebut faktor lain yang membuat GM kurang bergairah. Seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing.

    “Dengan berat hati, perlu kami sampaikan bahwa keputusan ini (General Motors hengkang) akan memiliki dampak pada beberapa karyawan kami. Dalam hal ini, GM akan memberikan pesangon yang sesuai dalam proses peralihan ini. Kami juga berkomitmen untuk membantu para pihak dalam proses peralihan ini," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.