Lamborghini hingga Rolls Royce di Kasus Cuci Uang Adik Ratu Atut

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lima buah mobil mewah milik tersangka Chaeri Wardhana yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi di kantor KPK, Jakarta, Selasa (28/1). Komisi Pemberantasan Korupsi menyita 13 kendaraan milik Wawan terkait dengan tindak pidana pencucian uang di antaranya terdapat Mobil Ferarri, Lamborghini Aventador, Rolls Royce Ghost, Nissan GTR dan Bentley. TEMPO/Seto Wardhana

    Lima buah mobil mewah milik tersangka Chaeri Wardhana yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi di kantor KPK, Jakarta, Selasa (28/1). Komisi Pemberantasan Korupsi menyita 13 kendaraan milik Wawan terkait dengan tindak pidana pencucian uang di antaranya terdapat Mobil Ferarri, Lamborghini Aventador, Rolls Royce Ghost, Nissan GTR dan Bentley. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan melakukan pencucian uang lebih dari Rp 500 miliar. KPK menyatakan Wawan melakukan perbuatan itu dengan cara menempatkan uang di rekening atas nama orang lain, dan membelanjakan uang tersebut untuk membeli tanah dan mobil supermewah.

    Wawan disebut membeli kendaraan mewah itu dengan bayar uang muka, baik lewat tukar tambah dengan mobil mewah lain yang dimiliki, kartu kredit, atau cek. Kemudian sisa pembayaran diangsur selama belasan hingga 25 bulan lebih dengan menggunakan jasa perbankan. "Membelanjakan atau membayarkan, beberapa kendaraan bermotor," ujar Jaksa KPK Budi Nugraha membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Kamis, 31 Oktober 2019.

    Januari 2011, Wawan membeli mobil BMW XI SDRIVE18I warna hitam metalik seharga Rp 650 juta. "Mobil ini diatasnamakan Eddy Yus Amirsyah," katanya. Selanjutnya pada Maret 2011 hingga Juni 2012, dia melanjutkan, Wawan memborong 5 mobil super mewah. Diantaranya, Rolls Royce Ghost seharga Rp 8 miliar. Lalu, Ferrari California (Rp 5,7 miliar); Lamborghini Aventador LP700-44 warna putih (Rp 9,3 miliar); mobil Bentley Continental Flying Spurs (Rp 5,8 miliar); dan Ferrari 458 Spider (Rp 8,2 miliar).

    Motor Harley Davidson tipe V Road milik tersangka Chaeri Wardhana alias wawan yang di sita KPK di dedung KPK, Jakarta, (28/1). Harley Davidson bermesin 1250 cc yang seharga sekitar 400 juta rupiah ini merupakan barang yang disita KPK bersama 17 mobil mewah milik wawan. TEMPO/Seto Wardhana

    Selain itu, Wawan pernah membeli motor Harley Davidson seharga Rp 405 juta. Selain kendaraan tersebut, Wawan juga disebut membeli berbagai jenis merek lain, seperti Toyota Innova G AT, Toyota Innova G 2.0 AT, Toyota Land Cruiser 4.5 AT, Mitsubishi Pajero. Kemudian, Honda Freed, Toyota Vellfire, Toyota Alphard, Marcedes Benz, hingga Nissan GT-R.

    Wawan juga memberikan sejumlah mobil kepada lima orang artis, yaitu Jennifer Dunn, Catherine Wilson, Aima Diaz, Rebecca Soejatie Reijman, dan Reny Yuliani.

    Mengutip berkas dakwaan yang dibacakan di persidangan, Kamis, 31 Oktober 2019, Jennifer Dunn mendapatkan mobil paling mewah, yakni Toyota Vellfire Z seharga Rp 910 juta pada 2013. Catherine Wilson ada di urutan kedua yang mendapatkan mobil dari Wawan. Wawan memberikan aktris blasteran ini satu unit Nissan Elgrand pada Mei 2012. Mobil berbodi bongsor itu harganya Rp 650 juta.

    Selanjutnya Reny Yuliani ada di daftar ketiga. Wawan memberikan artis yang kerap memerankan tokoh antagonis ini sebuah mobil Mercedes Benz C200 dengan harga Rp 575 juta pada 2009. Reny kemudian menjual mobil itu seharga Rp 284 juta di tahun yang sama.

    Selain dua perempuan itu, Wawan juga memberikan mobil Honda CRV kepada Rebecca Soejati. Rebecca kemudian menjual mobil itu pada 2013 dengan harga Rp 235 juta. Terakhir, ada Aima Diaz yang mendapatkan mobil BMW 320i pada 2011. Perempuan bernama asli Aima Mawaddah Warahmah ini kemudian menjual mobil dari Wawan pada 2013.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.