Hyundai i20 Active Tampil Makin Gaya, Bisa Jadi Pesaing Brio

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai i20 Active. sumber: rushlane.com

    Hyundai i20 Active. sumber: rushlane.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hyundai Motor India dalam waktu dekat akan meluncurkan i20 Active dengan fitur-fitur keselamatan terbaru. Peningkatan ini berkaitan dengan aturan keselamatan baru yang dibuat sejak Oktober 2019.

    Seperti dilansir dari Rushlane, hatchback i20 Active ini hadir untuk mengikuti standar keselamatan terbaru yang mulai berlaku di India. Hyundai i20 Active akan disematkan sensor parkir, kamera belakang, sistem peringatan kecepatan, sabuk pengaman.

    Sejurus dengan itu, mobil ini juga akan dibanderol mulai 7.74 lakh atau sekitar Rp155 juta. Hyundai i20 Active ditawarkan dalam tiga varian, yakni S, SX, dan SX.

    Selain itu, tak ada perubahan yang berarti. Eksterior mobil didominasi oleh lampu depan proyektor besar dengan LED DRL. Hyundai i20 Active juga akan disematkan plat skid di bumper depan dan belakang untuk menambah daya tarik sportynya.

    Adapun interior, i20 Active juga tidak mengalami perubahan besar. Namun untuk layar utama akan menggunakan sistem layar sentuh 7 inci yang kompatibel dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Selain itu, ada juga tambahan pod pengisian nirkabel di dasbor.

    Untuk mesin, Hyundau i20 Active terbaru tidak berubah alias tetap menggunakann mesin bensin 1,2 liter dan mesin diesel 1,4 liter. Untuk mesin bensin, menawarkan tenaga 82 bhp dan torsi 115 Nm dengan transmisi manual 6 percepatan. Sementara untuk diesel, mengeluarkan tenaga 89 bhp dan torsi 220 Nm yang dikawinkan dengan transmisi manual 6 percepatan.

    Mesin bensin ditawarkan pada tiga varian sementara untuk mesin diesel hanya untuk varian SX. Hyundai i20 Active sedang diuji sebelum diluncurkan pada pertengahan tahun 2020.

    RUSHLANE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.