Aplikasi RENTO Jawara Toyota Fun/Code 2019

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Babak final Toyota Fun/Code di Ancol, 2-3 November 2019. (TAM)

    Babak final Toyota Fun/Code di Ancol, 2-3 November 2019. (TAM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Ga Chibi dengan aplikasi RENTO berhasil mendapatkan nilai tertinggi kompetisi pemrograman Toyota Fun/Code 2019. Tim ini mendapatkan nilai tertinggi dan mendapatkan hadiah utama senilai Rp 50 juta.

    Juara kedua direbut tim NL_Lone yang menciptakan aplikasi DEFINO (Deaf Assistant of Toyota) dan juara ketiga direbut tim Focus AR dengan karya aplikasi IMMERSIVE EDU. Juara kedua dan ketiga masing-masing meraih hadiah sebesar Rp 30 juta dan Rp 20 juta.

    Penjurian babak final sekaligus pengumuman pemenang dilakukan di  Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 3 November 2019. Ketiga tim jawara di atas tampil impresif dalam penjurian dengan menyingkirkan 70 finalis terpilih

    Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa Toyota Fun/Code 2019 digelar dalam rangka menjawab tantangan zaman menuju era digital. 

    Ia menilai kegiatan ini dapat memberikan gambaran besarnya potensi sumber daya manusia di Indonesia khususnya di bidang teknologi.

    “Harapannya kompetisi seperti ini dapat melahirkan tenaga profesional di bidang teknologi informasi yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global,” ujar dia di sela-sela penjurian.

    Toyota Fun/Code dibuka pada 8 Agustus 2019 di Jakarta. Toyota kemudian melakukan road show ke tiga kota besar yakni Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.

    PR Manager Toyota Astra Motor Rouli Sijabat mengatakan bahwa kegiatan ini awalnya hanya menargetkan sebanyak 200 peserta. “Tapi dari data yang masuk (mendaftar) mencapai 775 orang dengan 593 tim,” kata Rouli.

    Dari angka itu, lanjut dia, terpilih 200 orang yang tergabung dalam 70 tim. Dari 70 tim ini kemudian disaring menjadi 8 tim yang mempresentasikan karyanya di hadapan juri dan peserta lainnya.

    “Ide-idenya banyak dan innovatif, ada yang soal eco driving, monitoring servis mobil Toyota, dan sebagainya,” ujarnya.

    Sebagian besar memilih subtema ownership experience dengan komposisi 32 persen, diikuti education dengan 22 persen, value chain & trade in dengan 19 persen, eco driving 18 persen dan disability dengan 9 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.