PLN Klaim Sudah Bangun 10 Titik SPKLU di Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SPKLU untuk motor listrik di kantor PT PLN Distribusi Jakarta Raya, Gambir, Selasa, 29 Oktober 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    SPKLU untuk motor listrik di kantor PT PLN Distribusi Jakarta Raya, Gambir, Selasa, 29 Oktober 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN, I Made Suprateka mengatakan bahwa pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU sudah diresmikan di 10 titik di Indonesia.

    "10 tempat SPKLU itu sudah kami launching dan sudah beroperasi. Cuma di beberapa daerah seperti Bali atau Medan itu belum (optimal) karena kendaraan listrik belum banyak," ujarnya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa, 5 November 2019.

    Namun dia menegaskan bahwa PLN akan terus menggenjot penyediaan SPKLU sebagai komitmen mendukung elektrifikasi di Tanah Air. Sekalipun biaya pembangunan satu unit SPKLU memakan biaya sekitar Rp 800 juta sampai Rp 1 Miliar.

    "Intinya sekarang kami fokus mengajak masyarakat karena kita sudah siap dengan fasilitas," ujarnya.

    Made menambahkan bahwa SPKLU itu tergantung kebutuhan. Jadi meskipun saat ini baru tersedia 10 titik, pembangunan akan terus berlanjut terlebih jika pertumbuhan atau populasi kendaraan listrik bertambah.

    "Targetnya tergantung pertumbuhan, jadi kami menyesuaikan," tutur dia.

    Pembangunan 10 titik SPKLU, sebelumnya pernah dilontarkan oleh Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani di Gedung BPPT, Rabu, 16 Oktober 2019 lalu. Sripeni mengatakan bahwa tahun ini PLN punya prioritas membangun SPKLU di sejumlah kota besar di Tanah Air. Di antaranya, Banten, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Bandung, Denpasar, Medan, dan DKI Jakarta dengan dua titik.

    "Kami akan launching pada Hari Listrik Nasional (HLN) di 10 titik untuk fast charging, yang pengisiannya sekitar 30 - 40 menit," ujar Sripeni di Gedung BPPT, Rabu, 16 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.