Dulu Beli Chevrolet Bell Air Rp 22,5 Juta, Kini Harganya Selangit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cheverolet Bel Air 1953 milik Sujiyanto alias Walik baru selesai direstorasi. Mobil ini akan tampil di Hot Rod Weekend Party di Yogyakarta, 9-10 November 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Cheverolet Bel Air 1953 milik Sujiyanto alias Walik baru selesai direstorasi. Mobil ini akan tampil di Hot Rod Weekend Party di Yogyakarta, 9-10 November 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebuah mobil klasik berwarna merah tua bersih menggoda mata pengunjung saat memasuki pelataran Hotel Melia Purosani Kota Yogyakarta, Selasa, 5 November 2019. Mobil itu merupakan seri Chevrolet Bel Air rilisan tahun 1953. Pemiliknya adalah pendiri sekaligus anggota komunitas pecinta mobil kustom Amerika yang berbasis di Yogyakarta, Hotrodiningrat, Sujiyanto alias Walik.

    Walik menuturkan mobil Chevrolet Bell Air itu barang istimewa baginya. Di sela kesibukannya beternak dan memasok ayam ke pasar pasar tradisional di Yogya tiap hari, memandangi mobil yang baru selesai ia restorasi setelah 10 tahun itu seketika bisa melepaskan rasa lelahnya.

    "Habis pulang antar ayam ke pasar, terus mandangi mobil ini seneng rasanya. Ini klangenan saya," ujar Walik ditemui Tempo, Selasa 5 November 2019.

    Walik menuturkan kisah uniknya mulai mencintai mobil tua Amerika sekitar tahun 2009 silam. Saat itu ia mendapatkan informasi dari seorang kawan, jika di Pekalongan, Jawa Tengah, ada sebuah mobil tua ndongkrok tak terurus. Yakni Chevy Bel Air itu.

    "Jadi mobil ini dulu sudah dibangun bodinya, mesinnya, tapi belum sempat diajak jalan karena pemiliknya tiba-tiba meninggal dunia, kemudian tak terurus," ujarnya.

    Walau tak punya pengalaman berurusan dengan mobil klasik, saat itu Walik nekat berangkat dari Yogya ke Pekalongan untuk menengok Bel Air itu. Tak butuh lama bagi Walik mencintai mobil itu. Walik langsung merogoh uang Rp 22,5 juta agar bisa memboyong Chevy tua itu ke Yogya.

    Jadilah mobil itu menjadi seri klasik yang ia miliki pertama dan dunianya pada aliran hot rod mulai melekat.

    "Sejak itu, tahun 2009 dapat mobil ini, saya sisihkan untung dari jualan ayam untuk terus mendandani mobil ini sampai akhirnya rampung pertengahan 2019 ini," ujar Walik.

    Walik mengaku tak banyak mengubah interior atau eksterior Chevy nya itu. Sebab sebagian besar komponennya masih orisinil dan berfungsi baik. Modal yang ia keluarkan pun untuk merestorasi mobil yang sudah ia jajal touring ke Yogya-Bandung ini menurutnya tak sampai menguras kantong. Karena ia membangunnya bertahap.

    "Saya paling habis Rp 80 juta merestorasinya, tapi nggak berat karena saya cicil membangunnya," ujar Walik.

    Walik mengaku tawaran demi tawaran untuk membeli Chevy Bel Air ini kerap datang dan ia berhasil menolaknya. "Pas baru datang dari Pekalongan saja saat itu (2009) sudah langsung ditawar orang Rp 45 juta, hehe," ujarnya.

    Walik sampai saat ini pun juga bersikeras tak mau melepas Chevy Bel Airnya, yang harga bahannya saja atau masih belum direstorasi di pasaran sudah Rp 100 jutaan.

    Semisal ada yang menghargai Chevy Bel Air itu tiga kali lipat dari harga pasaran bahan, baru Walik tampak terdiam.

    "Rp 300 juta? Enggak dulu deh, belum butuh. Masih suka sama mobil ini," ujarnya tertawa.

    Walik malah kini sudah menambah dua mobil Amerika klasik sebagai bahan klangenan barunya. Yakni Chevrolet Suburban 1953 dan GMC pickup 1950.

    Mobil Chevrolet Bel Air 1953 milik Walik juga bakal mejeng dalam ajang Hot Rod Weekend Party yang digelar komunitas Hotrodiningrat pada 9-10 November 2019 mendatang di lokasi di Parkir Barat Hotel Melia Purosani Kota Yogyakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.