Alasan Hatchback Toyota Yaris dan Honda Jazz Kurang Digemari

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Yaris TRD yang dipamerkan di Bangkok Motor Show. Sumber: auto.ndtv.com

    Toyota Yaris TRD yang dipamerkan di Bangkok Motor Show. Sumber: auto.ndtv.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan hatchback di pasar domestik mengalami penyusutan. Sepanjang Januari—September, penjualan sedan buntung di pasar domestik mencapai sekitar 30.953 unit, menurun 24,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan bahwa karakteristik pasar di Indonesia lebih membutuhkan kendaraan berkapsaitas besar seperti mobil multiguna atau multipurpose vehicle (MPV).

    Menurutnya, hal itu terlihat dari tingginya penjualan model-model Toyota pada segmen itu, seperti Rush, Avanza, dan Calya. Hal ini membuat pangsa pasar kendaraan seperti sedan buntung atau berukuran kompak sulit bersaing.

    Di sisi lain, menurutnya pasar di Indonesia lebih didominasi oleh para pembeli mobil pertama. Para pembeli ini memiliki karakteristik dan kecenderungan membeli mobil multiguna. Adapun, pembeli sedan buntung biasanya merupakan pembeli kendaran kedua dan seterusnya.

    “Pembeli kendaraan di Indonesia itu 70% adalah pembeli kendaran pertama, dan yang mereka butuhkan adalah model-model berukuran besar. Hal ini memang karakteristik yang unik dari konsumen di Indonesia,” katanya kepada Bisnis, Selasa 5 November 2019.

    Hal ini menurutnya juga berkaitan dengan seberapa besar stimulus dari agen pemegang merek (APM) menstimulasi konsumen dengan mengeluarkan model baru pada segmen ini. Dalam beberapa tahun terakhir, tidak banyak model baru yang diluncurkan.

    Padahal, menurutnya pembaruan dan penyegaran produk terbukti pernah berhasil mengangkat penjualan sedan buntung pada 2016. Kala itu, menurutnya pertumbuhannya berhasil menembus angka digit ganda.

    Toyota, sejauh ini mencatatkan penunan sedan buntung penjualan pada Januari—September. Model New Yaris yang menjadi andalan terjual sebanyak 6.220 unit, menurun sekitar 19,26 persen dari penjualan pada Januari—September 2018 sebanyak 7.704 unit.

    Meski begitu, Toyota masih mampu memegang sekitar 20,09 persen panga pasar sedan buntung di Tanah Air. Hal ini membuat Toyota berada pada posisi kedua dari segi pangsa pasar, masih mengungguli Suzuki Baleno yang duduk di posisi ketiga, tetapi harus kalah dari Honda Jazz yang berada di puncak.

    Di ajang Tokyo Motor Show (TMS) 2019 beberapa waktu lalu, Toyota memperkenalkan All New Yaris 2020 yang akan dipasarkan di Jepang. Namun, mobil ini tampaknya tidak akan datang ke Indonesia waktu dekat.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.