Toyota Raize Versi TRD dan Modellista, Tampang Keren dan Garang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Raize versi TRD. Sumber: motor1.com

    Toyota Raize versi TRD. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Raize yang baru saja diluncurkan mendapat sentuhan dari divisi khusus Toyota yakni TRD dan Modellista. Mobil kembaran Daihatsu Rocky ini terlihat sedikit lebih garang.

    Seperti dilansir dari Motor1, TRD dan Modellista mengeluarkan konsep SUV mini terbaru, Toyota Raize. Mobil kembaran Daihatsu Rocky ini terlihat sedikit lebih garang.

    Untuk versi TRD, atau Toyota Racing Development, sebagian besar perubahannya berfokus pada eksterior. Misalnya pada spoiler depan dengan matte hitam dan aksen merah yang kontras. Side skirts tampil dengan dua desain yang sama , ada kses merah yang juga muncul di bumper belakang.

    Toyota Raize versi Modellista. Sumber: motor1.com

    Kemudian untuk body kit, dibuat sedikit lebih pendek sehingga terlihat lebih ceper dari varian standar. Ada banyak barang bermerek TRD lainnya yang dirancang khusus untuk SUV kecil ini. Mulai dari variasi untuk pelindung kerai hingga pelindung pintu.

    Di bagian interior, tombol start juga tersedia dengan logo TRD. Selain itu, bagasi juga hadir dengan avatar TRD. Lanjut ke versi, Modellista. Jika TRD menginginkan sesuatu yang lebih mencolok, maka Modellista menampilkan kesan yang mewah.

    Bumper depan dan belakang mereka lebih menonjol, seperti halnya skirt samping dan desain velg yang keren dalam ukuran hingga 18 inci. Modellista juga memasang knalpot ganda, yang mungkin terlihat agak aneh, sebab Raize hanya memiliki mesin turbo 1.0-liter tiga silinder

    Selain itu, Modellista juga memperbaharui penutup grille depan hingga hiasan tailgate. Spoiler belakang yang tebal di atap melengkapi paket jika konsumen ingin melihat Raize terlihat lebih sporty.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.