Pecinta Mobil VW dari Luar Negeri Datang ke Yogya Festival

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Super Beetle 1303 keluaran tahun 1974 German Look menjadi hadiah di Jogja Volkswagen Festival 2019. 6 November 2019. TEMPO/MUH SYAIFULLAH

    Super Beetle 1303 keluaran tahun 1974 German Look menjadi hadiah di Jogja Volkswagen Festival 2019. 6 November 2019. TEMPO/MUH SYAIFULLAH

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah DIY menargetkan event Jogja Volkswagen Festival (JVWF) 2019 yang akan digelar 9-10 November 2019 nanti benar benar menjadi magnet pendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta.

    Event ini, sesuai data yang masuk ke panitia penyelenggara, akan dihadiri 800 orang pecinta mobil VW dan perwakilan klub penggemar VW dari berbagai negara. Tak kurang dari 15 negara yang terwakili dalam event yang diselenggarakan oleh Volkswagen Club Yogyakarta (VCY) ini.

    “Potensi wisata Yogyakarta sangat beragam, tetapi untuk merealisasikan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara butuh daya tarik lebih. Event JVWF ini jadi contoh menggembirakan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, Singgih Raharjo Jumat 8 November 2019.

    Adapun pecinta VW yang akan hadir dalam event tersebut sesuai data panitia JVWF terbagi dari kawasan Asean ada yang dari Singapura, Brunai, Malaysia, Philiphina, Thailand, Timor Leste dan Vietnam.

    Sementara pecita VW dari luar Asean ada dari Amerika, Inggris, Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, India, Jepang, Australia dan Swiss.

    Singgih mengatakan selama ini kawasan destinasi seperti Malioboro, Pasar Beringharjo dan kampung-kampung wisata memang sudah menjadi andalan untuk menggaet wisatawan manca negara.

    Namun, ujar Singgih, hal itu tidak cukup. Diperlukan inovasi dan kegiatan yang bisa mendongkrak kunjungan wisatwan mancanegara.

    “Butuh magnet-magnet baru agar wisatawan semakin banyak datang ke Yogyakarta seperti Jogja Volkswagen Festival ini” katanya.

    Pemerintah, menurut Singgih tidak akan tutup mata dan mendukung kegiatan-kegiatan yang bisa menjadi magnet bagi wisatawan macanegara. Sebab multi efek ekonomi yang ditimbulkan dari event semacam JVWF ini sangat baik.

    “Hotel laku, restoran laku, pusat oleh-oleh laku,” ujarnya.

    Juru bicara JVWF 2019, Sutoto, mengatakan tahun ini pihaknya menyediakan lucky draw secara gratis kepada pengunjung JVWF yang beruntung.

    Jika penyelenggaran sebelumnya lucky draw berupa sebuah VW Beetle tahun 19767 dengan gaya Californian Look, tahun ini hadiah bagi pengunjung beruntung berupa sebuah mobil VW Beetle keluaran tahun 1974 seri 1303 yang sudah di restorasi dengan style German Look.

    Tjahjo Widjodjono, Ketua Pelaksana JVWF mengatakan mobil lucky draw produksi German ini dimodifikasi di berbagai bagain dengan mengganti part, mengurangi atau menambah bagian-bagian tertentu, dengan acuan gaya/style german look , sehingga mobil sudah tidak standar pabrik lagi.

    “Namun VW Beetle ini tetap aman, nyaman dan layak dikendarai di jalan raya,” ujarnya.

    Tjahjo mengatakan untuk menyediakan lucky draw ini dilakukan secara gotongroyong. Misalnya untuk pengadaan mobilnya dilakukan keluarga Volkswagen Club Yogyakarta (VCY). Lalu proses restorasinya melibatkan beberapa bengkel di Yogyakarta seperti Concept Classic, Rohmat Bengkel, Is Interior, Pak Cip Electrical, Griya VW, dan Smartvolks. Sedangkan berbagai part-nya di dukung oleh Heritage Parts Centre (Inggris), Flat - 4 (Jepang), Retro Road Trips (Belgia), TJ Wheels (Yogyakarta) dan Bursa VW Lawang (Jawa Timur).

    Untuk mendapat lucky draw ini syaratnya hanya dengan datang ke event JVWF yang dipusatkan di Gedung Jogja Expo Center (JEC) pada 9-10 November 2019 dan membeli tiket seharga Rp 50.000,- on the spot. Jika membeli sebelum hari H, yang bisa dibeli secara online di tiket.com harganya hanya Rp 40.000,.

    Setiap satu tiket berkesempatan mendapatkan lucky draw yang akan di undi di hari Minggu, 10 November 2019, jam 22.00 WIB.

    Selain lucky draw, di JVWF banyak sekali aktivitas yang bisa menjadi alternatif hiburan bagi Anda dan keluarga, lanjut Sutoto, di area indoor ada kontes dan display mobil-mobil vw baik klasik dan kustom.

    Yang istimewa di aktivitas ini ada mobil Beetle Cop Top 52 yang datang dari Flat-4 Jepang, VW type bus deluxe dari Belgia, juga ada beberapa karya anak bangsa. Di antaranya sebuah replika mobil Porsche type 64 dengan body full aluminium yang dibuat hand made. Juga akan hadir “Intersport Island”, yakni ajang display mobil VW pilihan Intersport.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.