Bengkel Yumos Garage Ekspor 12 VW Combi per Tahun

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Volkswagen Samba khusus untuk travelling camping garapan Yumos Garage yang jadi barang laris di ekspor ke mancanegara. 9 November 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Volkswagen Samba khusus untuk travelling camping garapan Yumos Garage yang jadi barang laris di ekspor ke mancanegara. 9 November 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebuah Volkswagen Combi (VW Combi) berwarna putih bersih dilengkapi sun roof lega di bagian atas dan bagian tengah terisi set meja kursi ala cafe mencuri perhatian pengunjung Jogja Volkswagen Festival (JVWF) 2019 yang dibuka Sabtu 9 November 2019 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta.

    Lantai VW itu berbahan kayu sedangkan interior meja kursinya berlapis chrome. Dengam bukaan pintu ala kupu-kupu, serta jumlah jendela banyak membuat orang yang masuk ke dalam mobil itu sama sekali tak merasa sumpek.

    Combi itu merupakan replika VW Samba Whiteinchrome garapan bengkel Semarang, Yumos Garage. Mengambil basic dari seri Combi Brazilian Baywindow rilisan 1980, seri itu laris manis dipesan publik Eropa untuk kebutuhan camping akhir pekan.

    "VW Samba ini amat populer di luar negeri, tapi kan di Indonesia tak ada populasinya jadi kami buat replikanya," ujar Wahyu Pamungkas alias Yudi Yamos pemilik Yumos Garage kepada Tempo.

    VW Samba sendiri dirilis 1956-1963. Yumos Garage mengklaim menjadi bengkel pertama yang membuat replikanya di Indonesia bahkan dunia. Yang mempertahankan aslinya berupa eksterior serba putih dan interior serba alumunium.

    Yudi menuturkan menyulap Combi Brazil menjadi Samba ini sudah tak terlalu susah bagi bengkelnya yang sudah merintis proyek itu sejak tahun 2009 silam.

    Dengan cetakan yang sudah ada, tinggal meneruskan saja jika ada yang memesannya. Tentu saja dengan kebutuhan sesuai permintaan.

    "Mungkin dulu yang susah pas pertama bangun hanya aksesorisnya, tapi setelah 10 tahun kami sudah buat sendiri aksesorisnya secara keseluruhan," ujarnya. Mulai spion, setir, handle, hingga bagian safari window.

    Aksesoris Samba ini sengaja diproduksi sendiri. Sebab jika mengandalkan barang after market amat mahal. Misalnya spion yang orisinilnya saja mencapai Rp 4 juta. Namun dengan produksi sendiri bisa ditekan hingga hanya Rp 1 juta.

    Atau untuk bagian safari window Samba ini jika orisinil harganya Rp 12 juta.

    "Kalau total aksesorisnya bikin sendiri hanya habis Rp 60 juta, kalau semua aksesorisnya orisinil bisa Rp 150 juta," ujarnya.

    Yudi menuturkan rata rata setiap tahun ia membuatkan 12 unit seri Samba ini untuk kliennya yang hobi camping di luar negeri. Seperti Amerika, Jerman dan Prancis.

    "70 persen yang pesan unit Samba ini dari luar, 30 persen dari lokal," ujarnya.

    Untuk memiliki unit Samba ini, berbeda beda harganya. Paket paling murah Rp 550 juta dan termahal Rp 675 juta.

    Untuk paket standar, pembeli akan mendapatkan unit dengan spesifikasi seperti keluaran pabrik yakni Samba 23 window dengan kursi 3 baris. Sedangkan untuk varian di atasnya yakni Camper, yang harga unitnya berkisar Rp 625-675 juta, Samba yang diperoleh pembeli akan dilengkapi sejumlah perlengkapam layaknya perlengkapan rumah tangga pendukung camping yang tertanam langsung di dalam unit mobil itu.

    Mulai tempat tidur rock and roll bed, kulkas, kompor, hingga wastafel. Varian Samba Camper ini lah yang laris dipesan di Eropa karena kebiasaan masyarakatnya travelling menggunakan mobil sekaligus camping.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.