Perbandingan Nitrogen dan Angin Biasa untuk Mengisi Ban Kendaraan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ban mobil. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi ban mobil. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat mengisi ban kendaraan, ada dua pilihan yaitu menggunakan angin biasa atau Nitrogen. Seperti dikutip dari Auto2000.co.id, Nitrogen merupakan gas udara murni yang sudah tersaring dan tidak memiliki kandungan air di dalamnya. Berbeda dengan angin biasa, kandungan gasnya masih ada air.

    Sehingga saat ban diisi dengan angin biasa, akan terasa lebih berat karena terjadi proses pemuaian di dalam ban. Sementara kalau diisi dengan angin nitrogen, ban lebih ringan. Pada angin biasa ada kandungan airnya, saat panas air akan menguap. Ban jadi lebih penuh dan pastinya lebih berat, makanya sering terjadi pecah ban. Nitrogen tanpa kandungan air, membuat tekanan ban akan lebih stabil digunakan berakselerasi lebih ringan.

    Dengan menggunakan nitrogen, tekanan angin ban cenderung lebih stabil ketimbang angin biasa. Hal ini disebabkan partikel molekul nitrogen lebih besar dari molekul angin biasa, sehingga angin sulit untuk keluar dari pori-pori ban.

    Dengan butiran nitrogen lebih besar dari angin biasa, angin nitrogen tak cepat berkurang. Hal ini memengaruhi laju kendaraan yang membuat kendaraan apapun lebih hemat bahan bakar. Sebab tekanan angin yang kurang dapat menghambat laju kendaraan sehingga membutuhkan tenaga mesin lebih besar dan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Jika tekanan angin pada ban optimal, maka tapak ban akan menempel lebih sempurna di permukaan jalan sehingga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit sekitar 3,3 persen.

    Sesuai keterangan sebelumya karena tekanan angin pada ban yang optimal, maka tapak ban akan menempel lebih sempurna di permukaan jalan. Keselamatan lebih terjamin, tidak perlu takut ban meledak di jalan

    Nilai lebih lainnya adalah suhu nitrogen lebih rendah dibandingkan oksigen. Dengan menggunakan nitrogen maka suhu udara dalam ban akan lebih stabil, tidak naik turun, sehingga ban juga terhindar dari risiko meletus akibat kepanasan. Bagi kendaraan yang disimpan dalam jangka waktu cukup lama, udara nitrogen dapat bertahan selama satu hingga tiga minggu lebih lama dibanding angin biasa

    Penggunaan angin biasa dapat menyebabkan karet ban menjadi cepat uzur dan keras karena proses oksidasi. Dengan usia angin nitrogen yang lebih baik, penggunaan ini lebih cocok untuk menemani perjalanan jauh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.