Honda Gelar Adu Irit Mobilio Libatkan Komunitas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengetesan Honda Mobilio di Kawasan Jakarta. TEMPO/Wisnu Andebar

    Pengetesan Honda Mobilio di Kawasan Jakarta. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Bogor - Honda Prospect Motor mengglear kegiatan Mobilio Joyfull Weekend dengan menempuh perjalanan dari Sunter, Jakarta Utara menuju Taman Budaya Sentul, Bogor, Sabtu, 16 November 2019.

    "Mobilio bukan hanya sekadar alat transportasi, tapi sudah menjadi partner setia yang memberikan kenyamanan dan bisa diandalkan dalam berbagai aktivitas," ujar Business Innovation and Marketing Honda Prospect Motor, Yusak Billy, Sabtu, 16 November 2019.

    Salah satu fitur yang diunggulkan pada Honda Mobilio kata Billy, adalah efisiensi bahan bakar. Karena itu, mobil MPV dengan konfigurasi tujuh penumpang ini masih dianggap sebagai salah satu pilihan terbaik untuk mobil keluarga.

    "Bukan hanya efisiensi bahan bakar yang bagus, perawatan mobilio sangat ringan. Pemilik dapat menikmati aktivitas yang lebih banyak dan menyenangkan bersama keluarga,"ujarnya.

    Adapun efisiensi bahan bakar Honda Mobilio diklaim mampu mencapai 26,8 liter per kilometer. Hasil terbaik itu didapatkan pada kegiatan Battle of Efficiency tahun 2018 lalu dengan jarak tempuh 60 kilometer.

    Dalam kegiatan lomba irit atau Battle of Efficiency tahun ini, Honda kembali melibatkan Media dan Komunitas. Tercatat ada 15 media yang diberi kesempatan dan 30 keluarga dari komunitas Mobilio yang berasal dari Mobilio Community (Mobillity) dan Mobilio Indonesia (MOI).

    Acara ini merupakan kelanjutan dari acara serupa yang dilaksanakan untuk komunitas Honda Mobilio di Taman Rekreasi Situ Ginting, Jakarta dan Kawasan Wisata Situ Gunung di Sukabumi pada Oktober lalu.

    "Saya harpakan acara ini bisa berkesinambungan terus untum komunitas dan media,"ujar Billy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.