Berawal dari Gokart, Feno Ketagihan Balapan Slalom

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Feno Reyhan Muhammad, 16 November 2019. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Feno Reyhan Muhammad, 16 November 2019. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Aksi slalom Feno Reyhan Muhammad, 17 tahun, membuat jantung penonton yang memadati ajang otomotif bertajuk Car Meet Up: JogjaCARTa di Lapangan Parkir Timur Stadion Maguwoharjo Sleman pada Sabtu 16 November 2019 ikut berdetak tak karuan.

    Memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, siswa kelas 2 SMA Al Azhar Yogya itu berhasil membuat gerakan manuver, zig zag dan circle di lintasan sempit tanpa cela sedikitpun.

    Tepuk tangan penonton diajang yang digagas Forum Komunikasi Mobil (FKM) Yogyakarta pun pecah mana kala Feno menuntaskan aksi slalomnya.

    "Saya dari kelas 3 SD sampai 3 SMP sebenarnya balapan gokart terus di Sentul. Tapi sejak satu setengah tahun lalu malah 'keracunan' slalom dan keterusan sampai sekarang," ujar Feno ditemui Tempo Sabtu 13 November 2019.

    Salah satu anggota termuda komunitas slalom Yogya, Jogja Gymkhana Racing Team (JGRT) itu beralasan mendapatkan sensasi berbeda kala belajar slalom hingga akhirnya kecanduan.

    "Kalau gokart banyak mengandalkan gas dan rem. Terus pas belajar slalom, ternyata lebih rumit, ada main kopling dan handbrake juga yang harus tepat," ujar runner up Honda Brio Slalom Challenge Spesial Kejurnas U-23 yang dihelat di Yogya Agustus 2019 lalu itu.

    Feno mengakui terjun di ajang slalom bisa membuat adrenalinnya memuncak. Jika main gokart saat dirinya melakukan kesalahan masih mungkin dikoreksi. Namun hal itu rupanya tidak berlaku di ajang balap slalom.

    Feno seringkali dibuat gemas dan berhasrat terus belajar ketika gagal dalam kompetisi hanya karena kesalahan kecil. Seperti saat menjatuhkan cone yang membuatnya terkena pinalti waktu 2 detik sesuai ketentuan yang berlaku.

    "Makanya kalau mau lomba saya sempatkan berdoa dulu, lalu mencoba rileks dengan dengerin musik biar nggak gampang grogi," ujarnya.

    Feno tak menampik bisa mahir slalom juga karena didikan ayahnya langsung yang merupakan pendiri komunitas Jogja Gymkhana Racing Team (JGRT), Febra Budi Satria.

    Setiap pekan sekali usai jam sekolah, Feno berlatih bersama ayahnya di lapangan parkir Stadion Maguwo dari sore hingga beranjak petang.

    "Target saya terdekat bisa menjadi juara nasional slalom di kelas pemula setelah itu di kelas umum. Karena slalom ini benar benar hobi yang sesuai jiwa saya, saya akan mengejar mimpi itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.