Seberapa Penting Memanaskan Mesin Mobil Diesel?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi odometer. TEMPO/Wawan Priyanto

    Ilustrasi odometer. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak sedikit orang masih mempercayai bahwa mobil dengan mesin diesel mesti dipanaskan dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun menurut penjelasan Technical Advisor Isuzu Astra, Indarto, hal itu tidak penting.

    "Memanaskan mesin mobil itu sudah gak penting. Kalau mesin sudah nyala dan indikator oli sudah mati, maka bisa langsung dipakai," ujar Indarto Kamis, 14 November 2019.

    Mesin mobil, kata Indarto, akan bekerja maksimal kalau suhu mesin sudah tercapai. Adapun tingkat suhu maksimal sekitar 80-90 derajat celcius.

    "Kalau mesin diesel sekarang, itu sudah bisa mempercepat suhu mesin. Jadi intinya, bagaimana mengejar suhu mesin aja," ujarnya.

    Jadi ketika mesin mobil sudah berada di kisaran suhu itu, maka pengguna sudah bisa langsung tancap gas. Adapun cara mencapai suhu mesin ideal itu, maka disematkan teknologi pendingin mesin.

    "Kalau mobil model lama, kemungkinan pendingin mesin belum bagus," ujarnya.

    Selain suhu mesin, penggunaan oli atau pelumas juga mempengaruhi performa mesin. Namun lagi-lagi, untuk saat ini mobil diesel hampir semua juga disematkan sistem sirkulasi oli yang semakin baik.

    "Oli juga, kalau indikatornya sudah mati, berarti sudah ada sirkulasi pelumas,"ujarnya.

    Adapun perawatan lain, menurut Indarto, sudah diatur dalan buku panduan pada masing-masing kendaraan yang dijual Isuzu Astra Motor Indonesia. Yang terpenting, kata Indarto, jangan keseringan lupa.

    "Kalau perawatan servis, ikuti jadwalnya aja, sesuai mobil masing-masing," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.