Aksi Burnout Holden Tua Pukau Pengunjung JogjaCARTa

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Burnout Holden tua dalam Car Meet Up: JogjaCARTa di Lapangan Parkir Stadion Maguwoharjo Yogya, Sabtu 16 November 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Aksi Burnout Holden tua dalam Car Meet Up: JogjaCARTa di Lapangan Parkir Stadion Maguwoharjo Yogya, Sabtu 16 November 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ajang kontes otomotif bertajuk Car Meet Up: JogjaCARTa di Lapangan Parkir Stadion Maguwoharjo Yogya, Sabtu 16 November 2019 ditutup dengan aksi tak biasa yang memukau pengunjung. Burnout yang ditampilkan sebuah Holden tua.

    Saat gelaran yang digagas Forum Komunikasi Mobil (FKM) dan Total Quartz Lubricants itu hendak berakhir, sebuah mobil tua Holden Torana SL rilisan tahun 1975 tiba tiba menyeruak ke tengah lintasan balap dan melakukan aksi burnout selama kurang lebih 10 menit.

    Holden dari komunitas pecinta Holden Yogya, Holdeningrat itu membuat takjub penonton ketika meraung raung keras dan ban belakangnya berputar kencang menggesek aspal serta terus menerus mengeluarkan asap tebal ke udara.

    Suasana parkir stadion pun dikepung kepulan asap putih termasuk Holden berkapasitas 2850 cc itu hingga nyaris tak terlihat selain hanya terdengar raungannya.

    “Untuk aksi burnout ini Holden langsung bisa dipakai karena penggeraknya roda belakang, bukan mobil Jepang yang penggerakknya kebanyakan roda depan,” ujar sesepuh komunitas Holdendiningrat Yogya, Denny Ardiyan alias Abenk.

    Abenk menuturkan Holden Torana untuk aksi burnout itu sebenarnya menggunakan ban achilles standar dengan ring 15, namun yang sudah tipis. Kemudian untuk membantu pembakarannya saat bergesek dengan aspal digunakan bantuan oli.

    “Yang terpenting agar bisa burn out bagian gardan harus dikunci dengan cara dilas agar roda belakang bisa bergerak bersama,” ujar Abenk. Teknik burnout sendiri, ujar Abenk, cukup sederhana karena hanya main gas dan rem bersamaan, sehingga mobil hanya bergerak rodanya namun tak sampai berjalan.

    “ Kampas rem pun harus mumpuni, karenaintinya hanya gas pol, rem pol,” ujarnya. Aksi burnout sendiri biasanya baru diakhiri jika ban sudah pecah. Makanya dalam aksi ini jarang sekali memakai ban baru.

    Burn out, ujar Abenk biasanya dipakai untuk menandai berakhirnya sebuah pesta ajang otomotif seperti balapan dan kontes mobil. Ajang itu sendiri, selain kontes modifikasi juga diramaikan dengan kontes slalom hingga free style motor.

    Ketua Penyelenggara event Car Meet Up: JogjaCARTa Ade Saputra, mengungkapkan ajang kontes itu diikuti tak kurang 208 unit mobil. Dari jumlah peserta itu diambil pemenang untuk 54 kategori umum dan kategori special untuk branding Total Quartz Lubricants serta 5 kategori special Toyota Agya.

    Manager PT Total Oil Indonesia Area DIY Faisal Sanbayu dalam sambutannya mengatakan event JogjaCARta menjadi ajang menarik untuk mengumpulkan peminat otomotif di Yogyakarta saling berbagi pengalaman dan unjuk kebolehan. “Selain menjadi ajang silaturahmi dan unjuk kebolehan, event ini bisa menjadi sharing komunitas tentang berbagai hal seperti meningkatkan performa dan kenyamanan berkendara,” ujarnya.

    Di akhir event, masing-masing pemenang kategori umum untuk juara 1 mendapatkan piala, velg ring 16, dan uang pembinan Rp 1 juta.

    Sedang untuk kategori special branding Total Quartz Lubricants juara 1 mendapatkan hadiah Rp 1 juta, juara 2 Rp 750 ribu dan juara 3 Rp 500 ribu.

    Bagi para pemenang Car Meet Up ini pun juga diberikan satu galon oli dari pihak Total Quartz Lubricants.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.