3 Faktor Penyebab Penjualan Mobil Komersial Anjlok di 2019

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Isuzu Traga dan Isuzu Elf di booth Isuzu di pamerah GIIAS Surabaya 2019. 29 Maret 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Isuzu Traga dan Isuzu Elf di booth Isuzu di pamerah GIIAS Surabaya 2019. 29 Maret 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Isuzu Motor Indonesia (IAMI) menyatakan sepanjang Januari sampai dengan Oktober 2019, pasar ritel truk ringan kategori dua di Indonesia menurun 16 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Isuzu menyebutkan kondisi pasar kendaraan komersial tahun ini cukup terbebani turunnya harga sejumlah komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara dan kelapa sawit.

    General Manager IAMI Yohanes Pratama menjelaskan dua harga komoditas itu sangat memengaruhi pasar kendaraan komersial di Indonesia. Berbagai faktor lain seperti situasi politik turut membuat konsumen menunda pembelian kendaraan komersial.

    “Selain itu ada beberapa isu terkait perencanaan investasi customer di kendaraan komersial seperti regulasi over dimension over load (ODOL) dan pembatasan usia operasional kendaraan komersial,” katanya melalui siaran pers, Selasa 19 November 2019.

    Isuzu bersiasat dengan mencari market lain di luar komoditas. “Kami tidak hanya fokus pada pasar komoditas, namun juga aktif menggarap pasar logistik di mana saat ini trend pembelanjaan e-commerce meningkat, general transporter, serta bermain pada segmen konstruksi,” tuturnya.

    Dia menambahkan strategi utama yang dilakukan oleh Isuzu di tenga pasar yang lesu seperti saat ini adalah dengan memberikan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, dari proses awal hingga akhir yang mudah dan cepat.

    Hal itu, lanjutnya, juga diiringi dengan biaya operasional dan biaya kepemilikan yang kompetitif agar tidak memberatkan konsumen. Dia meyakni cara ini menjadi kunci peningkatan pangsa pasar Isuzu pada segmen ritel.

    “Serta kompetitif dari segi biaya kepemilikan dan biaya operasional. Dengan demikian dalam situasi yang penuh tantangan Isuzu secara penjualan ritel mengalami peningkatan pangsa pasar hingga lebih dari 25,” papar dia.

    Dia menjelaskan, kondisi yang sama juga terjadi pada pasar ritel truk medium kategori tiga di Indonesia yang terkoreksi sampai 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan ritel Isuzu masih sejalan dengan pergerakan pasar dan mempertahankan pangsa pasar di segmen ini.

    Beruntung, Isuzu memiliki produk Traga yang bermain di segmen Pick Up Medium Cab Over. Sepanjang Januari hingga Oktober 2019, model ini mengalami peningkatan penjualan lebih dari 160 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

    “Seiring dengan penerimaan yang baik dari customer. Tidak hanya karena kabin baru yang lebih luas dan modern, kapasitas muatan yang lebih luas, pengereman yang lebih baik, serta konsumsi bahan bakar yang lebih irit,” papar dia.

    Dengan berbagai pencapaian itu, pihaknya optimistis sepanjang tahun ini bisa meraih penjualan ritel sebanyak 25.000 unit. Sebelumnya, Isuzu juga menargetkan dapat mengekspor kendaraan yang dirilis secara global di Indonesia ini pada Desember.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.