Produksi Datsun Go dan Go+ Dihentikan, Begini Strategi Nissan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Datsun Go Live Spesial Version dibanderol mulai Rp 134 jutaan. Dok Datsun

    Datsun Go Live Spesial Version dibanderol mulai Rp 134 jutaan. Dok Datsun

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Nissan Motor Indonesia (NMI) akan mengakhiri produksi beberapa model Datsun mulai awal 2020 sebagai bagian dari perubahan strategi pengembangan produk dan penetrasi pasar di Indonesia.

    Sebelumnya, beredar informasi Nissan akan mengakhiri produksi Datsun di Indonesia mulai 2020. Faktor penyebabnya adalah penjualan yang menurun serta menghindari kenaikan pajak penjualan atas barang mewah untuk mobil LCGC mulai 2021.

    Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengkonfirmasi bahwa Nissan memang akan memutuskan produksi Datsun di Indonesia. Namun, bukan seluruhnya melainkan hanya dua model KBH2 saja.

    Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan bahwa Nissan akan berhenti memproduksi Datsun Go dan Datsun Go+ mulai Januari 2020.

    “Go dan Go+ akan diberhentikan produksinya per januari 2020 yang disebabkan karena faktor skala ekonomi. Walaupun menghentikan produksi produk tersebut, Nissan berkomitmen untuk tetap melanjutkan proses manufaktur, namun dengan strategi yang berbeda,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis 21 November 2019

    Dia mengatakan bahwa perubahan strategi yang dilakukan oleh Nissan adalah dengan melakukan lokalisasi komponen utama, yakni komponen mesin untuk model New Livina. Hingga saat ini, komponen mesin untuk mobil itu masih diproduksi di Jepang.

    Produksi mobil tersebut akan digunakan untuk produksi kendaraan New Livina yang diproduksi bersama dengan PT Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing. Kolaborasi ini merupakan bagian dari aliansi Nissan—Mitsubishi—Renault secara global.

    Selain strategi pengembangan lokalisasi komponen, Putu mengatakan bahwa Nissan juga akan berfokus pada pengembangan mobil listrik. Pabrikan terbesar kedua di Jepang ini, akan melakukan studi untuk produksi baterai mobil listrik di Tanah Air.

    “Pengembangan strategi Nissan adalah mengembangkan core model dengan meluncurkan kendaraan dengan elektrifikasi power train, yaitu LEAF dan e-Power model. Mereka akan lakukan study untuk battery assembly model e-Power dan CKD [completely knocked down],” katanya.

    Selain itu, dia mengatakan bahwa Nissan akan melakukan penetrasi pemasaran mobil listrik melalui kerja sama dengan pemerintah. Salah satunya dengan mengeksplorasi penggunaan model Nissan LEAF dalam proyek percobaan bersama beberapa institusi pemerintah.

    Sepanjang tahun ini, Datsun memang tercatat mengalami penurunan penjualan cukup signifikan. Pada 9 bulan tahun ini, penjualannya hanya mencapai 5.419 unit. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi penurunan sekitar 41,9 persen.

    Di sisi lain, Nissan justru tengah mencatatakan kinerja penjualan positif pada periode tersebut. Penjualannya pada Januari—September tercatat mencapai 10.526 unit, tumbuh sekitar 95,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyatakan pihaknya belum mendapatkan informasi terkait rencana tersebut. Dia menolak berkomentar tentang rencana bisnis Nissan secara individual.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.