Transmisi Matik Kasar Usai Dipakai Perjalanan Jauh, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Transmisi otomatid gate type yang digunakan pada Toyota Rush G AT dan Daihatsu Terios TS AT. (Raju Febrian/TEMPO)

    Transmisi otomatid gate type yang digunakan pada Toyota Rush G AT dan Daihatsu Terios TS AT. (Raju Febrian/TEMPO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pilihan mobil dengan transmisi matik karena dianggap lebih nyaman digunakan tanpa harus menginjak pedal kopling. Cukup memainkan gas dan rem yang menghilangkan ketakutan mesin mati ditengah jalan karena gas terlalu kecil. Transmisi ini juga lebih nyaman saat digunakan dengan kondisi jalanan macet yang banyak ditemui di perkotaan.

    Namun kenyamanan yang dihadirkan mobil dengan transmisi matik tidak selalu membawa kepuasan bagi penggunanya. Ada sejumlah keluhan yang muncul yaitu transmisi terasa lebih kasar ketika mobil menempuh perjalanan jauh.

    Lantas apa yang menjadi penyebab transmisi jadi kasar. Seperti dikutip dari laman Suzuki, ada beberapa penyebab transmisi matic menjadi terasa lebih kasar, tapi salah satu yang paling umum adalah oli transmisi lama tidak diganti. Oli transmisi penting menjadi pelumaa pada saat perpindahan gigi, transmisi matic mengandalkan tekanan oli.

    Oli transmisi yang sudah lama tidak diganti akan mengandung endapan atau residu yang berisiko menyebabkan lubrikasi komponen girboks berkurang dan menjadikan timbulnya gejala kasar, terutama setelah dikendarai untuk perjalanan jauh. Sehingga sebaiknya pemilik mobil melakukan penggantian oli transmisi sebelum melakukan perjalanan jauh. Untuk menjaga transmisi, pengemudi juga sebaiknya memperbaiki gaya berkendara dan mengurangi cara mengemudi secara agresif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.