Inilah Sosok Pesaing VW Combi Listrik Berdesain Klasik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Morris Commercial JE Electrik. Sumber: autocarindia.com

    Morris Commercial JE Electrik. Sumber: autocarindia.com

    TEMPO.CO, JakartaMorris Commercial JE, sebuah mobil minivan listrik dengan desain tahun 1940-an, telah diluncurkan lebih dulu dari perencanaan awal pada 2021 dan bisa menjadi pesaing VW Combi listrik. Mobil ini dihidupkan kembali berkat dukungan keuangan Inggris dan Eropa yang tidak disebutkan namanya, model produksi pertama Morris Commercial sejak 1960-an memiliki jangkauan 320 km, muatan 1.000 kg, dan berat kotor 2,5 ton.

    Minivan ini dirancang di sebuah fasilitas di Worcestershire. Mobil ini menggunakan platform modular baru dengan sumber baterai lithium-ion 60kWh yang memberikan efisiensi daya untuk memaksimalkan jangkauan kendaraan. Pengisian baterai hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu 30 menit.

    Morris Commercial akan menjadi merek khusus listrik yang menggunakan powertrain yang diklaim berasal dari Inggris. "Kami tidak akan pernah membuat kendaraan dengan mesin pembakaran internal," dalam pernyataan perusahaan.

    Morris mengatakan varian lebih lanjut, seperti truk pick-up, minibus dan camper van dapat dibagi platform modularnya. Bodywork JE dibuat dari serat karbon yang ringan dan memiliki sepasang pintu belakang lebar dan pintu geser di sebelahnya. Mereka mengklaim bahwa JE adalah salah satu LCV teringan di pasar.

    Titik penjualan utama untuk JE akan menjadi gaya retro-nya, berasal dari Morris J-Type, dijual dari tahun 1949 hingga 1961 dan mencapai total produksi mendekati 50.000 unit.

    Morris Commercial menempatkannya di samping Mini, Morris Minor, dan Land Rover Defender sebagai desain otomotif Inggris pasca-perang yang benar-benar ikonik. Fitur-fitur retro yang disandang JE termasuk gril berbentuk buah pir, kaca depan terpisah dan fender yang menonjol.

    AUTOCAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.