Aplikasi Moladin Tawarkan Kemudahan Belanja Motor Secara Online

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi situs belanja online Moladin.com. (Moladin)

    Ilustrasi situs belanja online Moladin.com. (Moladin)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak inovasi dilakukan dalam hal belanja online. Salah satunya adalah Moladin, situs belanja online ini menawarkan berbagai kemudahan kepada masyarakat untuk membeli sepeda motor secara online tanpa harus beranjak dari tempat duduknya.

    Co-Founder Moladin, Jovin Hoon, mengatakan bahwa saat ini masyarakat cenderung  memanfaatkan sistem penjualan dan permohonan kredit motor secara online, baik melalui web (moladin.com) maupun aplikasi ‘Moladin’ dari smartphone berbasis Android.

    “Kini tak perlu lagi mendatangi dealer-dealer untuk membeli motor karena semuanya bisa dilakukan melalui smartphone secara online,” kata Jovin dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, Kamis, 27 November 2019.

    Jovin menambahkan bahwa melalui aplikasi yang ditujukan khusus untuk pengguna sepeda motor ini, pengguna bisa mendapatkan informasi yang penting dan berguna seputar sepeda motor.

    Informasi yang ditawarkan mulai dari pembelian sepeda motor baru maupun bekas berbagai merek, aksesoris, apparel, suku cadang lokasi bengkel terdekat, lokasi cuci motor, lokasi parkir, hingga forum dan komunitas bikers. Bahkan pengguna bisa melakukan simulasi kredit untuk pembelian sepeda motor.

    Jovin mengklaim dengan fitur yang ditawarkan, Moladin menjadi aplikasi serba ada bagi para bikers di Indonesia. "Moladin sengaja dibuat untuk membuat hidup bikers di Indonesia jadi lebih mudah," ujarnya.

    "Melalu platform belanja online ini, para bikers memiliki wadah untuk mendapatkan informasi seputar dunia motor sekaligus berinteraksi dengan sesama bikers di Indonesia," kata Mario Tanamas, Co-Founder Moladin lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.