Wirausaha Indonesia Juara di Shell LiveWare Top 10 Innovators

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rahayu Dwi Agustin, Chief Marketing Officer Jember Futura Energi dengan miniatur produk biogas reaktor yang diberi nama BIOPE. Dok Shell

    Rahayu Dwi Agustin, Chief Marketing Officer Jember Futura Energi dengan miniatur produk biogas reaktor yang diberi nama BIOPE. Dok Shell

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua tim wirausaha muda Indonesia yaitu tim Jember Futura Energi dan tim Resikel berhasil terpilih sebagai juara Shell LiveWIRE Top Ten Innovators Awards 2019, sebuah kompetisi global yang menganugerahkan penghargaan kepada beragam bisnis inovatif serta memberikan kesempatan kepada para wirausaha untuk mengembangkan bisnisnya di tingkat global.

    Tim Jember Futura Energi, yang digawangi oleh enam wirausaha muda dari kota Banyuwangi berhasil mengembangkan inovasi berupa reaktor biogas dengan biaya yang terjangkau bagi para peternak, yang dapat mengolah limbah peternakan menjadi energi dan pupuk organik yang dibutuhkan petani. Usaha dan kerja keras mereka dalam melahirkan karya inovatif serta solutif ini akhirnya berhasil memukau dewan juri dan mengantarkan mereka menjadi juara pertama kompetisi Shell LiveWIRE Top Innovators Awards 2019 untuk kategori energi dan mobilitas.

    Pemenang kedua (runner up) kategori energi dan mobilitas diberikan kepada dua tim wirausahawan, yaitu tim Energiestro (Perancis) dan tim Resikel dari Indonesia. Kemenangan tim Resikel diperoleh berkat inovasi mereka mengembangkan mesin pyrolizer untuk mengubah plastik menjadi bahan bakar minyak berkualitas di atas kerosin dengan konversi di atas 80 persen, serta incinerator yang telah dipatenkan untuk memusnahkan sampah yang sudah tidak dapat didaur ulang sehingga dapat diterapkan sistem pengelolaan zero waste.

    Darwin Silalahi, Presiden Direktur PT Shell Indonesia mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan tim wirausaha muda Indonesia yang merupakan jebolan ajang kompetisi Shell LiveWIRE Energy Solutions 2019 yang digelar oleh Shell Indonesia. “Anak muda Indonesia memiliki potensi besar dalam berkarya dan menghasilkan pemikiran kreatif dan solutif yang diperlukan dalam menjawab tantangan besar transisi energi di masa depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

    “Kami ingin terus mendukung perjalanan lebih banyak wirausaha dan talenta muda Indonesia untuk berkarya, mengembangkan bisnisnya dan membangun Indonesia serta dunia yang lebih baik lagi,” tambah Darwin.

    Pada tahun ini, panitia Shell LiveWIRE Top Ten Innovators Awards menerima 98 aplikasi dari 19 negara di dunia yang terbagi dalam tiga kategori yaitu makanan dan pertanian (food & agriculture), energi dan mobilitas (energi & mobility) , serta masa depan yang berkesinambungan (sustainable future). Karya tim Jember Futura Energi dan tim Resikel di tahun ini berhasil menyisihkan 16 karya inovatif bidang energi dan mobilitas lainnya.

    CEO Jember Futura Energi, Izza Auliya Amukholidi (24 tahun) mengaku terharu dan bangga karena bisnisnya terpilih sebagai juara pertama kompetisi global Shell LiveWIRE Top Ten Innovators Awards 2019. "Kami bersyukur karena usaha yang kami jalankan dengan semangat mengembangkan energi alternatif yang dapat membantu masyarakat petani ternyata mendapatkan apresiasi global.”

    Bisnis tim Jember Futura Energi berangkat dari kepedulian terhadap masalah pengelolaan limbah peternakan yang dialami para peternak sapi di kampung halaman Izza di Banyuwangi. Melalui program Shell LiveWIRE Energy Solutions, Jember Futura Energi mendapatkan dukungan kewirausahaan untuk mengembangkan produk reaktor biogas yang dapat mengolah limbah peternakan menjadi sumber energi yang mudah diakses dan digunakan oleh masyarakat Indonesia. Produk reaktor biogas ini tidak hanya mempermudah para peternak untuk mengolah limbahnya, namun di saat yang sama, menghasilkan energi setara 1 kg LPG dan pupuk cair sejumlah 150 liter per hari.

    CEO Resikel, Luca Cada Lora, 22 tahun, mengungkapkan bisnis Resikel berangkat dari keprihatinan terhadap isu waste management (pengelolaan limbah) di Indonesia. Sebagai salah satu penghasil limbah terbesar di dunia, Indonesia belum dapat mengelola limbahnya dengan efisien. "Untuk itu kami mengembangkan mesin pyrolizer dan thermal pressure hydrolysis yang mudah diakses dan digunakan oleh masyarakat untuk mengelola limbahnya menjadi bahan bakar yang zero waste."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.