Menteri Perindustrian Buka Pameran Motor IIMS Motobike 2019

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi booth Honda di pameran sepeda motor IIMS Motobike di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 29 November 2019. TEMPO/Wira Utama

    Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi booth Honda di pameran sepeda motor IIMS Motobike di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 29 November 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita membuka pameran sepeda motor Indonesia International Motor Show Motobike 2019 atau IIMS Motobike 2019 di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 29 November 2019.

    Pameran sepeda motor perdana yang digelar PT Dyandra Promosindo ini diikuti sejumlah brand populer seperti Yamaha, Honda, Lambretta, Husqvarna, Kawasaki, Vespa, Piaggio, Benelli, BMW Motorrad, KTM, dan Sinergi. Pameran ini juga diikuti produsen sepeda motor listrik, Gesits dan Selis.

    "Pemerintah sudah mengeluarkan PP untuk memberikan insentif kepada industri untuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia, baik mobil maupun sepeda motor listrik,” kata Agus usai mengunjungi booth peserta pameran.

    Di pameran ini sejumlah APM dikabarkan akan meluncurkan produk terbarunya. Satu di antaranya adalah Kawasaki yang sudah meluncurkan untuk pertama kali di dunia (world premiere) Kawasaki W175 TR, Kamis, 28 November 2019. Motor itu diplot sebagai kendaraan ideal untuk turing. KTM dan Husqvarna juga dikabarkan bakal membuka selubuh produk terbarunya.

    IIMS Motobike 2019 sebelumnya dijadwalkan dibuka Presiden RI Joko Widodo. Pameran ini akan berlangsung hingga 1 Desember 2019 dengan harga tiket masuk Rp 25 ribu. Penyelenggara juga menawarkan harga tiket lebih murah untuk pengunjung grup berjumlah 4 orang dengan harga spesial Rp 75 ribu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.