IIMS Motobike 2019: Harga Motor Ini Setara 6 Unit Toyota Avanza

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BMW K 1600 B seharga Rp 1,15 miliar dipamerkan di IIMS Motobike 2019. 29 November 2019 hingga 1 Desember 2019 di Istora Senayan, Jakarta. TEMPO/Wira Utama

    BMW K 1600 B seharga Rp 1,15 miliar dipamerkan di IIMS Motobike 2019. 29 November 2019 hingga 1 Desember 2019 di Istora Senayan, Jakarta. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - BMW Motorrad Indonesia memasang salah satu motor premium di IIMS Motobike 2019. Harganya tak tanggung-tanggung, bisa beli setengah lusin Toyota Avanza terbaru tipe 1.3E M/T.

    Motor super bongsor ini dibekali mesin berpendingin cairan, 6 silinder sejajar dengan kubikasi mesin 1.645 cc. Di atas kertas mesin ini mampu mengeluarkan 160 hp pada 7.750 rpm dan torsi 175 Nm pada 5.250 rpm

    BMW K 1600 B diklaim memiliki kecepatan lebih dari 200 kilometer per jam. Harga off the road dibanderol Rp 1,15 miliar.

    BMW K 1600 B seharga Rp 1,15 miliar dipamerkan di IIMS Motobike 2019. 29 November 2019 hingga 1 Desember 2019 di Istora Senayan, Jakarta. TEMPO/Wira Utama

    Motor ini menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung di IIMS Motobike 2019.

    "Kebanyakan lihat-lihat aja dulu. Pasarnya memang buat motor operasional Polisi, Dishub, dan Komunitas,"kata salah seorang sales di Booth BMW Motorrad.

    Motor ini disematkan teknologi Dynamic Electronic Suspension dengan kemampuan beradaptasi secara otomatis dengan struktur jalan yang dilewati.

    Ada juga Gear Shift Assist Pro yang memudahkan pengendara tanpa harus menekan kopling saat menaik dan menurunkan transmisi. Bahkan mode Reverse alias gigi mundur.

    Motor ini juga dibekali tiga mode pilihan berkendara, yakni, Cruise, Rain, dan Road. Pameran motor IIMS Motobike yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, masih akan berlangsung hingga 1 Desember 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.