AHM Segera Ekspor Honda ADV 150 ke Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas Turing Honda ADV 150 di Bali

    Aktivitas Turing Honda ADV 150 di Bali

    TEMPO.CO, Ambarawa - PT Astra Honda Motor segera mengapalkan produk lokal Honda ADV 150 ke pasar luar negeri. Honda ADV 150 diluncurkan pertama di dunia saat pelaksanaan GIIAS 2019 pada akhir Juli 2019. Motor ini menggunakan basis Honda PCX 150 namun dengan sejumlah pengembangan di bagian mesin dan sasis. "Kami akan penuhi dulu kebutuhan domestik dulu, tapi kami juga akan jajaki pasar ekspor," kata Thomas Wijaya, Direktur Marketing AHM di Honda Bikers Day 2019 Sabtu 30 November 2019.

    Ia menjelaskan motor yang memiliki tampilan dual purpose ini penjualan rata-rata 10 ribu per bulan dengan komposisi tipe CBS mencapai 60-70 persen adapun tipe ABS sisanya. Penjualannya di dominasi wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

    Penjualan ADV masih dibawah Honda PCX yang mencapai 25 ribu per bulan. Penjualan ADV masih kecil, AHM menampik adanya pasar yang saling memakan. "Keduanya punya segmen berbeda PCX bisa dipakai pria atau wanita sedangkan ADV lebih manly," ujarnya.

    Adapun pasar ekspor yang disasar diantaranya Thailand dan Filipina. Hanya saja, Thomas masih enggan memastikan daerah tujuan. Soal kapan ekspor Honda ADV 150 dilakukan, Thomas mengatakan, "Nanti kami informasikan lagi."

    Adapun pasar ekspor AHM hingga Oktober telah mencapai 70 persen atau sekitar 250 ribu unit dari target hampir 300 unit. Ekspor AHM tidak hanya dalam kondisi utuh namun juga ekspor secara terurai atau CKD. Produk CBU akan menyasar ke Filipina dan Bangladesh sedangkan produk CKD masuk ke pasar Jepang, Vietnam, Thailand, Kamboja dan Malaysia. "Dari total ekspor CBU 250 ribu unit didominasi model matik sekitar 90 persen. Dengan tipe terlaris Honda Beat dan Vario," ujar Thomas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.