Benelli Ingin Bangun Pabrik di Indonesia, Pajak Jadi Kendala

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benelli Motor Indonesia meluncurkan tiga produk terbaru di IIMS Motobike 2019. Tiga motor baru Benelli itu adalah TRK 502, TRK 251, dan Imperiale 400. 29 November 2019. TEMPO/Wira Utama

    Benelli Motor Indonesia meluncurkan tiga produk terbaru di IIMS Motobike 2019. Tiga motor baru Benelli itu adalah TRK 502, TRK 251, dan Imperiale 400. 29 November 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Benelli Motor Indonesia (BMI) menyatakan peluang untuk membuka pabrik di Indonesia masih terbuka. Namun, keputusan itu dipegang oleh Geely sebagai induk pemilik Benelli Motor di ranah global.

    Direktur BMI Steven Kentjana Putra menyatakan Geely telah melakukan feasibilty study untuk menjajaki peluang pendirian pabrik di Indonesia. Namun, menurutnya masih ada sejumlah kendala untuk mewujudkan hal itu.

    “Saya sebagai Benelli Motor Indonesia, kami ingin keinginan Geely investasi di sini, waktu itu feasibilty study sudah dilakukan oleh KPMJ, dan beberapa konsultan lainnya. Tapi teman-teman tahu, regulasi di negara kita agak susah untuk motor di atas 250 cc,” katanya di sela-sela pameran IIMS Motorbike Expo 2019, Sabtu, 30 November 2019.

    Dia menjelaskan regulasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) saat ini masih menjadi kendala untuk mengembangkan industri sepeda motor dengan kapasitas mesin besar. Menurutnya, hal ini membuat harga motor Benelli di Indonesia tidak sekompetitif di negara lain.

    “Harga kan juga jadi tidak masuk. Kalau di India contohnya, tanpa PPnBM mungkin harga motor [Imperiale 400] cuma Rp30 juta. Indonesia saya harus hitung PPnBM, apalagi untuk di atas 500cc, 125 persen kali 75 persen, jadi 91 persen [Pajak],” jelasnya.

    Menurutnya faktor pajak yang mengerek harga cukup tinggi itu membuat Geely masih enggan berinvestasi di Indonesia. Padahal, dia mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang dipertimbangkan secara serius sebagai tujuan investasi mereka.

    Dia mengatakan bahwa untuk kawasan Asia Tenggara, sebenarnya Geely juga membidik beberapa negara lain, yakni Thailand dan Malaysia. Namun, hingga saat ini Geely belum memutuskan akan berinvestasi di mana.

    “Masalah investasi dia belum putuskan dari Geelynya, waktu itu ada pilihan Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Waktu kita adakan Global Launch di Bali pada 2018, Indonesia dipertimbankan karena merupakan pangsa pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia,” jelasnya.

    Meski merupakan merek asal Italia, kepemilikan Benelli berada di bawah naungan Zhejiang Qianjiang Motorcycle Group Co. yang berasal dari Cina. Perusahaan ini merupakan bagian dari Geely Group yang juga memiliki Volvo dan Lotus Cars.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.