Tips Membersihkan Helm Agar Tidak Apek Usai Kehujanan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasan pembuatan helm Nolan di pabriknya di Italia. (Dok Nolan)

    Suasan pembuatan helm Nolan di pabriknya di Italia. (Dok Nolan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Di musim hujan, helm mudah basah saat di parkir maupun dipakai berkendara. Kondisi basah pada helm tentunya menyebabkan kenyamanan penggunaan helm berkurang. Sering kali bagian busa dan lapisan dalam helm kebasahan. Sehingga perlunya helm untuk dicuci dan dikeringkan agar tetap nyaman digunakan.

    Jika helm basah didiamkan akan memiliki dampak buruk yaitu bau apek akan muncul dan jamur akan tumbuh di bagian dalam helm. Tentunya, kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bahkan adanya penyakit yang membuat kepala gatal. Seperti dikutip dari laman Suzuki, ada sejumlah cara untuk membersihkan helm dan membuatnya bebas jamur.

    Pertama, bagian busa dicuci terlebih dahulu. Pencucian ini dilakukan dengan sikat yang halus. Dalam proses pencucian dilarang memeras busa karena bisa beresiko rontok atau kempes. Tak hanya itu, pengeringan tidak boleh menggunakan alat pengering mesin cuci.

    Lakukan perendaman dengan air panas, kira-kira 70-80 derajat Celcius. Proses pencucian menggunakan sabun yang tidak mengandung deterjen, contohnya sabun cair untuk kain batik. Saat helm sudah kering, ada baiknya jika Anda melakukan pencucian kembali untuk mendapatkan hasil optimal. Hal ini berguna supaya helm tidak bau dan membersihkan jamur secara merata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.