Ini Kunci Penjualan Hyundai H-1 Tetap Stabil

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai H-1 Royale Limited Edition di GIIAS 2019. 26 Juli 2019. (Antara)

    Hyundai H-1 Royale Limited Edition di GIIAS 2019. 26 Juli 2019. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hyundai mampu bertahan dan mengalami penurunan tak signifikan pada penjualan Hyundai H-1 yang stabil di tengah perlambatan segmen MPV premium. Hadirnya facelift dan peningkatan fitur diklaim menjadi salah satu keungguhan Hyundai H-1.

    Hendrik Wiradjaja, Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI), mengatakan secara umum pasar otomotif tahun ini melambat dibandingkan 2018. Namun menurutnya, pasar H-1 cenderung stabil pada tahun ini karena ada peningkatan pilihan dan eksterior.

    "H-1 cenderung stabil pada tahun ini lebih dikarenakan adanya improvement di optionalnya dan tampilan eksteriornya sudah facelift," ujarnya kepada Bisnis, Rabu 4 Desember 2019.

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan penjualan Hyundai H-1 selama Januari-Oktober 2019 sebanyak 334 unit, sedikit melambat dibandingkan periode yang sama 2018 yang sebanyak 393 unit.

    Data Gaikindo menunjukkan pada 10 bulan berjalan tahun ini, pengiriman multipurpose vehicle (MPV) premium ke dealer (wholesales) sebanyak 8.378 unit, turun cukup dalam ketimbang periode yang sama sebanyak 10.624 unit.

    Model MPV premium Hyundai H-1 merupakan rakitan Hyundai di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat. Kendaraan ini juga menjadi salah satu model yang diekspor ke beberapa negara di Asean.

    Hendrik menjelaskan konsumen pengguna H-1 saat mayoritas berasal dari kalangan pebisnis yang membutuhkan kendaraan untuk keperluan bisnis tetapi juga bisa digunakan untuk keluarga pada akhir pekan.

    "Umumnya yang memerlukan kendaraan serba guna di mana kendaraannya dapat digunakan untuk bisnis dan juga untuk weekend bersama keluarga," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.