Penjualan Toyota Voxy Alami Penurunan, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota VOXY, unggul dalam berkendara

    Toyota VOXY, unggul dalam berkendara

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan Toyota Voxy mengalami penurunan pada tahun ini karena meningkatnya permintaan pada 2018. Toyota Voxy menjadi salah satu line up di segmen MPV Premium selain Toyota Alphard dan Vellfire.

    Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), mengatakan Voxy diperkenalkan pada 2017 sehingga pada 2018 merupakan periode memenuhi permintaan konsumen. Penjualan retail Voxy saat ini berada pada kisaran 300 unit per bulan.

    "Tahun lalu memang era pasca rilis produk, memang permintaannya tinggi. Saat ini normalnya sekitar 300 unit per bulan," ujarnya kepada Bisnis, Rabu 4 Desember 2019.

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat dari penjualan multipurpose vehicle (MPV) premium Toyota, hanya Alphard yang tumbuh positif. Model lainnya seperti Voxy dan Vellfire sedikit melambat.

    Penjualan Voxy pada Januari-Oktober 2019 tercatat sebanyak 2.945 unit, turun cukup dalam dibandingkan periode yang sama 2018 yang sebanyak 4.522 unit. Vellfire juga melambat dengan angka penjualan sebanyak 444 unit, turun dibandingkan periode yang sama 2018 yang sebanyak 770 unit.

    Anton menjelaskan pembeli Voxy sedikit berbeda dengan produk lain pada segmen sejenis. Pasalnya, konsumen Voxy merupakan pengguna loyal Toyota yang naik kelas dari Innova atau model lainnya, atau yang melakukan penambahan unit kendaraan.

    Dia mengatakan untuk Alphard penjualannya relatif stabil pada kirasan 3.000 unit hingga 4.000 unit. Penjualan Vellfire juga masih stabil karena permintaan model MPV premium masih cukup baik.

    "Alphard sekitar 3.000an atau hingga 4.000 unit per tahun angkanya mirip-mirip tahun lalu. Voxy memang ada penurunan. Pembeli Voxy berdasarkan data kami adalah pengguna loyal Toyota," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.