Penjualan Mobil Listrik Menjanjikan, Cina Tingkatkan Target 2025

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil listrik. Sumber: http://www.chinadaily.com.cn/

    Ilustrasi mobil listrik. Sumber: http://www.chinadaily.com.cn/

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina berencana meningkatakan target penjualan mobil listrik (NEVs) dan mobil cerdas (ICVs) demi mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di negeri dengan pasar mobil terbesar di dunia tersebut.

    Seperti dilansir dari China Daily, rencana itu tertuang dalam dokumen perencanan Kementerian Perindustrian Cina. Rencananya negeri Tirai Bambu ini, menargetkan penjualan mobil listrik sebesar 25 persen dari total penjualan mobil baru pada tahun 2025.

    Merujuk dokumen itu, daya saing di sektor tersebut harus ditingkatkan melalui berbagai terobosan. Mulai dari pengembangan energi berbasis baterai, mesin, sistem operasi, dan sebagainya.

    Di Cina sendiri, pertumbuhan pasar mobil terbilang lesu. Namun penjualan untuk mobil listrik tercatat mengalami pertumbuhan dua digit dalam 10 bulan pertama di tahun 2019. Penjualan mobil listrik menyumbang kurang dari 5 persen dari total penjualan mobil baru dalam periode tersebut.

    Selain mobil listrik, Cina juga akan gencar mempromosikan mobil berkendali otomatis (ICVs). Rencananya, dengan menaikan pangsa penjualan menjadi 30 persen dari total penjualan mobil baru pada tahun 2025.

    Di berbagai wilayah dengan skenario mobil berkendali otomatis atau otonom (ICVs) mulai digunakan secara komersial. Rencana itu hadir sebagai upaya serius pemerintah Cina mendukung pertumbuhan industri otomotif, yang pada tahun sebelumnya mengalami penurunan.

    Pada tahun 2021 kendaraan di Cina wajib menggunakan mobil bermesin listrik saat melintasi wilayah-wilayah tertentu. Seperti wilayah konservasi lingkungan dan wilayah tertentu lainnya, demi menjaga polusi udara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.