Mesin Harley yang Diselundupkan di Garuda Bisa Buat Beli Mobil

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti diperlihatkan pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Barang bukti diperlihatkan pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Harley-Davidson seri Electra Glide Shovelhead 1970 yang diduga diselundupkan melalui pesawat Garuda Indonesia di kalangan pecinta motor gede dan motor antik bukan seri sembarangan.

    Dalam strata kelasnya sebagai merek legendaris Amerika atau American Pride, posisi Shovelhead di kelas menengah dan termasuk rare item yang dirilis kurun 1966-1984.

    "Paling langka dan mahal urutannya di Harley Davidson itu pertama seri Knucklehead, urutan kedua Shovelhead dan berikutnya baru Panhead," ujar seorang pegiat motor antik dari salah satu komunitas di Yogyakarta yang enggan disebut namanya kepada Tempo Kamis 5 Desember 2019.

    Pria yang mengkoleksi dua seri Harley Davidson lawas di rumahnya yakni Sportster 1957 dan Shovelhead 1968 itu membeberkan seri Electra Glide Shovelhead yang diselundupkan itu ada di posisi jajaran 5 top dan nilai jualnya masih cukup bagus serta lumayan bergengsi.

    Type Electra ini sudah mengusung mesin di atas 1200 cc dan populasinya di Indonesia memang tak begitu banyak.

    "Shovelhead di kalangan biker masih seperti dewanya Harley, walau kelas kedua. Yang (tahun keluaran) tua, harga mesinnya saja di pasaran Rp 150 juta," ujar pria yang membangun Shovelheadnya dengan memakai mesin impor yang dibelinya seharga Rp 130 juta itu.

    Harga mesin Shovelhead itu jika dibelanjakan masih bisa mendapatkan mobil mobil baru Low Cost Green Car semacam Toyota Agya, Daihatsu Ayla, juga Honda Brio tipe terendah.

    "Itu baru harga mesin. Belum gearbox, sasis dan part pendukung lainnya. Kalau jadi utuh setelah dibangun bersih harganya bisa Rp.400 jutaan," ujarnya.

    Pria yang memiliki bengkel motor tua di bilangan timur Yogya itu menambahkan sebenarnya saat diproduksi, seri Shovelhead itu ikut masuk pasar Indonesia. Tentunya dengan harga selangit kala itu.

    "Jaman segitu, kan nggak setiap orang bisa beli. Kalau pun bisa, juga lebih memilih yang sesuai postur pasaran. Misalnya Sportster," ujarnya.

    Maskapai Garuda Indonesia belakangan tengah disorot gara-gara terbongkarnya kasus penyelundupan Motor Harley-Davidson lewat pesawat barunya Airbus 1330-900 Neo.

    Bahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir pun sampai menyatakan akan memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara terkait dugaan penyelundupan sepeda motor itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.