Balap Asia Kembali Berduka: Pembalap Filipina Tewas dalam ARRC

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amber Garcia Torres pembalap Filipina yang tewas setelah menjalani perawatan saat balap ARRC di Sirkuit Chang. Sumber: Asiaroadracing.com

    Amber Garcia Torres pembalap Filipina yang tewas setelah menjalani perawatan saat balap ARRC di Sirkuit Chang. Sumber: Asiaroadracing.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum genap sebulan setelah meninggalnya, Afridza Munandar kini berita duka datang dari balap Asia Road Racing Championship atau ARRC saat gelaran di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand pada Ahad 1 Desember 2019. Pembalap Filipina, Amber Garcia Torres yang masih berusia belia tepatnya 16 tahun tewas saat kecelakaan fatal dalam balap Underbone 150cc.

    Seperti dalam surat resmi FIM Asia, menyebutkan Amber mengalami kecelakaan dramatis pada race 2 saat lap ketiga pada tikungan ke 7. Ia terlibat kecelakaan dengan pembalap lain. Dalam video yang beredar, usai jatuh Amber masih kondisi tertelungkup dan kemudian tim medis membawanya ke rumah sakit.

    Setelah diangkut ke Rumah Sakit Buriram, dan menjalani perawatan intensif selama 4 hari, pembalap UMA Racing Yamaha Philippine Team tak berhasil diselamatkan. Pembalap yang menjadi wildcard di Balap ARRC tersebut meninggal pada Kamis, 5 November 2019 pukul 17.33 waktu setempat. FIM Asia dan promotor ARRC Two Wheels Motor Racing mengumumkan kematian pebalap muda Filipina itu.

    Amber memiliki prestasi di negaranya. Dalam balapan nasional di Filipina, pembalap ini telah meraih beberapa kemenangan dan meraih gelar pada seri One Make Race Yamaha Sniper 150 atau di Indonesia dikenal Yamaha MX King.

    Di saat yang sama tim ini meraih juara Underbone 150cc dengan pembalap McKinley Kyle Paz. Ini pertama kalinya pembalap Filipina meraih gelar juara Asia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.