Masuk Kabin Mercedes-Benz Bekas Milik Gus Dur: Terasa Adem

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes-Benz 450 SEL bekas Gus Dur yang akan didatangkan di Jambore Nasional Mercedes Benz ke-14 di Yogyakarta, 6-8 Desember 2019. (Foto: Istimewa)

    Mercedes-Benz 450 SEL bekas Gus Dur yang akan didatangkan di Jambore Nasional Mercedes Benz ke-14 di Yogyakarta, 6-8 Desember 2019. (Foto: Istimewa)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Salah satu koleksi penarik perhatian dalam ajang Jambore Nasional Mercedes-Benz ke-14 di Candi Prambanan Yogyakarta, 6-8 Desember 2019 tak lain Mercy bekas tunggangan pribadi Presiden Gus Dur.

    Seri klasik Mercedes-Benz 1973 W116 tipe 450 SEL V8 automatic itu, terparkir di booth khusus dan tak bercampur dengan ribuan Mercy yang ikut dibawa dalam ajang yang digelar Mercedes-Benz Club Indonesia (MBClubINA).

    Pemilik baru mobil bekas Gus Dur itu, Levi Rici yang merupakan anggota komunitas Mercedes-Benz Classic Club Surabaya, mengijinkan orang sebatas melihat dari dekat mobil berwarna hitam itu dengan masuk ke dalam dan mengamati interiornya yang dibalut warna merah.

    Sebab mobil berkapasitas mesin 4500 cc itu selain dipamerkan juga siap dilepas jika ada pecinta Mercy yang berminat membelinya.

    Masuk ke dalam mobil bekas Gus Dur itu rasanya memang cukup adem. Panel panel pada dashboard tampak terawat bersih dan mengkilap dengan lapis khas ornamen kayu yang membuat kesan klasik elegannya terjaga.

    Mercy bekas Presiden Gus Dur mejeng dan siap di jual di even Jambore Nasional Mercedez Benz ke 14 yang dihelat di Yogya 6-8 Desember 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Lantai mobil yang peredarannya tak pernah keluar dari area Jawa Timur itu juga amat bersih dengan selimut beludru merah kombinasi hitam.

    Bagian joknya, walau sudah berumur puluhan tahun, juga tampak sangat terawat tanpa bocel atau bekas sobek. Menengok bagian mesin Mercy yang mengusung mesin V8 itu tak kalah terawatnya alias tetap tampak bersih dan minim bekas korosi.

    Mesin bawaan Mercy itu sendiri sempat direstorasi karena saat dibeli Levi tak bisa diajak berjalan dengan kecepatan rendah.

    Sedangkan bagian body masih hitam legam nan mulus dengan lampu lampu terawat, jauh dari kesan kusam mobil tua.

    "Selama memiliki mobil ini dan beberapa kali mengendarainya, saya selalu merasa nyaman, seneng dan tenang saja. Tak ada pengalaman aneh aneh dengan mobil ini," ujar Levi yang membeli mobil itu tahun 2012 silam dari kenalannya di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

    Levi mengaku Mercy Gus Dur ini menjadi salah satu koleksi kesayangannya. Sehingga walau ia siap menjual mobil itu, ia menunggu momentum dan harga yang benar benar layak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.