Komunitas Mercedes-Benz Banten Keliling Dunia Naik Mercy Tua

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian personil tim Mengembara Lintas Benua dari Mercedes-Benz Club Banten yang berkeliling 49 negara. Sabtu, 7 Desember 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Sebagian personil tim Mengembara Lintas Benua dari Mercedes-Benz Club Banten yang berkeliling 49 negara. Sabtu, 7 Desember 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebanyak tujuh orang anggota Mercedes-Benz Club Banten baru saja menyelesaikan misi gilanya menempuh perjalanan sepanjang 87 ribu kilometer berkeliling dunia menggunakan Mercy tua.

    Selama 1,5 tahun, sejak Mei 2018 dan baru kembali Indonesia pada Oktober 2019 lalu, tim yang menamakan misinya Mengembara Lintas Benua atau MLB itu berhasil melintasi 49 negara di tiga benua.

    Dua Mercy tua yakni Mercy 280 E atau dikenal sebagai Mercy Tiger (W123) buatan tahun 1995 dan Mercy G300 W463 1983 menjadi teman perjalanan yang diperkirakan telah menghabiskan biaya lebih dari Rp 3 miliar tanpa satu pun sponsor itu. Seluruh biaya merupakan patungan tim itu, khususnya dari anggota yang memiliki usaha sendiri?

    "Harusnya kami bisa melintasi 53 negara, tapi di 4 negara kami dilarang melintas," ujar tim leader MLB yang juga anggota Mercedes-Benz Club Banten, Aminulloh, ditemui Tempo di sela menghadiri Jambore Nasional Mercedes Benz ke-14 di Candi Prambanan Yogyakarta, 7 Desember 2019.

    Aminulloh menceritakan perjalanan tim itu dimulai dari Banten menuju Singapura via Batam. Dari Singapura, perjalanan mulai menerabas jalanan negara Asia seperti Malaysia, Thailand, Myanmar, India lalu Pakistan.

    Dari situ perjalanan berlanjut ke Iran, Turki, dan kemudian masuk benua Eropa.

    "Seluruh Eropa kami lintasi, dimulai dari selatan atau Yunani lalu ke Albania sampai Eropa utara, jadi total 49 negara," ujarnya.

    Mercedes-Benz G-Class, W463 1983 G300 yang digunakan tim Mengembara Lintas Benua Mercedes-Benz Club Banten berkeliling 49 negara. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Negara yang gagal mereka lintasi rata rata karena faktor keamanan juga kelengkapan adminsitrasi yang mereka bawa. Seperti Tunisia, Mesir, Ukraina dan Maroko.

    Aminulloh menuturkan timnya yang terlibat ada yang bertugas sebagai mekanik, road manager, juga penulis, dan film maker. Dari jumlah itu enam orang dewasa dan satu anak lelaki berusia 7 tahun. Anak yang diajak merupakan putra dari pasangan yang ikut tim itu.

    Aminulloh bersyukur karena diberi keselamatan dan kemudahan saat menempuh perjalanan penuh cerita itu. Hampir setiap klub Mercedez-Bens di negara yang disambangi menyambut hangat kedatangan mereka.

    "Tapi kami sempat berhenti lama karena sempat tidak bisa masuk Pakistan," ujarnya. Pakistan sempat tak bisa dilalui karena kondisinya menurut Aminulloh tidak aman saat itu.

    Selanjutnya, tertahan di Pakistan...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.