Datsun Stop Produksi, Ini Kata Honda dan Daihatsu

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Datsun Go Live Spesial Version dibanderol mulai Rp 134 jutaan. Dok Datsun

    Datsun Go Live Spesial Version dibanderol mulai Rp 134 jutaan. Dok Datsun

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumor Datsun stop produksi di Indonesia mulai awal 2020 ramai menghiasi laman berita dalam beberapa pekan terakhir. Tempo sempat mengkonfirmasi langsung isu tersebut kepada Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, Isao Sekiguchi, di Balikpapan, Kamis, 5 Desember 2019. Namun, Sekiguchi enggan menjawab isu yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir. “Kali ini fokus ke test drive Nissan Livina, ya,” ujarnya mengelak. 

    Datsun memiliki dua produk yang bermain di segmen LowCostGreen Car (LCGC) yakni Datsun Go Panca, dan Go+ Panca. Kedua model ini bersaing dengan sejumlah merek seperti HondaBrioSatya, ToyotaCalya, ToyotaAgya, DaihatsuSigra, DaihatsuAgya, dan SuzukiKarimun Wagon R.

    Isu kenaikan pajak sebesar 3 persen untuk model di kelas LCGC disebut sebagai pemicu Datsun menghentikan produksinya di Indonesia. 

    Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, enggan menanggapi kabar Datsun stop produksi. Tapi menurut dia, pilihan di segmen LCGC akan berkurang jika Datsun benar-benar menghentikan produksinya.

    “Saya rasa tidak etis menanggapi Datsun stop produksi, tapi dari sisi pilihan (untuk konsumen) akan berkurang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

    Hal senada juga diungkapkan Daihatsu. Marketing and CR Division Head PT Astra International Tbk., Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, mengatakan bahwa Daihatsu melihat kehadiran pemain baru akan membantu konsumen untuk memiliki semakin banyak pilihan kendaraan dengan harga terjangkau.

    "Semakin banyak produk di pasar, kami ikut senang, tapi kalau hilang berarti konsumen semakin sedikit pilihannya," seperti diwartakan Bisnis.com, Jumat, 6 Desember 2019.

    Hendrayadi menambahkan bahwa masih sulit untuk memprediksi pasar mobil dengan harga terjangkau pada tahun depan. Yang pasti pangsa model low cost green car (LCGC) tergolong sangat besar karena berkontribusi sekitar 20 persen terhadap total penjualan otomotif nasional.

    Data penjualan mobil LCGC Gabungan Industrik Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang Oktober 2019, Toyota Calya menjadi model terlaris dengan penjualan 6.034 unit. Angka ini sebenarnya turun tipis dibanding penjualan September 2019 sebesar 6.111 unit. Di peringkat kedua ada Honda Brio Satya dengan penjualan sebanyak 5.782 unit.

    Brio Satya juga mencatat kenaikan drastis dibanding penjualan September 2019 yang hanya 4.968 unit. Selanjutnya adalah Daihatsu Sigra yang mencatat penjualan sebanyak 5.191 unit, naik cukup tinggi dibanding penjualan September 2019 sebesar 3.932 unit.

    Di bawahnya, ada Toyota Agya yang terjual sebanyak 2.074 unit, naik tipis dari penjualan September 2019 sebesar 1.734 unit. Berikunya adalah Daihatsu Ayla yang mencatat penurunan penjualan dari 1.767 unit pada September 2019 menjadi 1.408 unit pada Oktober 2019.

    Datsun Go Panca terjual sebanyak 286 unit, angka ini menurun dibanding penjualan September 2019 sebesar 335 unit. Suzuki Karimun Wagon R mencatat penjualan sebesar 227 unit pada Oktober 2019, turun tipis dibanding capaian September 2019 sebesar 252 unit.

    Di peringkat terakhir LCGC ada Datsun Go+ Panca dengan penjualan sebanyak 216 unit, naik lumayan tinggi dibanding penjualan September 2019 sebesar 153 unit.

    Khusus untuk Datsun, jika melihat data penjualan sepanjang 2019, sebenarnya tak buruk-buruk amat. Artinya, model tersebut masih laku di pasaran. Berikut ini data penjualan Datsun Go Panca dan Go+ Panca Januari-Oktober 2019. 

     Datsun Go PancaDatsun Go+ Panca
    Januari15453
    Februari333210
    Maret443139
    April298193
    Mei194129
    Juni17290
    Juli19555
    Agustus231191
    September335153
    Oktober286216
    Total2.6411.429
     
    *) Data diolah dari Gaikindo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.