Tambah 2 Dealer, Mercedes-Benz Yakin Pasar Mobil Premium Naik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja berada di samping mobil New GLC Mercedes-Benz yang memasuki tahap akhir perakitan di pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Selasa 10 Desember 2019. GLC 200 dengan konfigurasi 5 penumpang itu sudah disematkan teknologi terkini, yakni Mercedes-Benz User Experience atau MBUX. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Pekerja berada di samping mobil New GLC Mercedes-Benz yang memasuki tahap akhir perakitan di pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Selasa 10 Desember 2019. GLC 200 dengan konfigurasi 5 penumpang itu sudah disematkan teknologi terkini, yakni Mercedes-Benz User Experience atau MBUX. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia akan membuka dealer baru di Medan dan di Makassar pada awal tahun depan. Kebijakan itu tak lepas dari komitmen MBDI untuk meningkatkan penjualan mobil premium tahun 2020.

    "Januari di Makassar kemudian Medan yang sedang dalam tahap persiapan. Total saat ini baru 23 outlet, nanti menjadi 25 unit," ujar Deputy Director Sales Operation and Product Management, MBDI, Kariyanto Hardjosoemarto, di Wanaherang, Bogor, Selasa, 10 Desember 2019.

    Untuk Jabodetabek, kata Kariyanto belum ada rencana penambahan. Hanya saja, MBDI akan lebih fokus pada peningkatan kualitas dealer yang sudah ada.

    Kariyanto juga menambahkan bahwa MBDI optimistis pasar mobil tahun depan bisa membaik sekaligus mengcover lesunya penjualan pada semester 1 tahun 2019. Dia menilai, pasar otomotif secara keseluruhan akan tumbuh pada tahun 2020 mendatang.

    "Kalau tahun depan sudah stabil, kabinet baru juga sudah berjalan. Sehingga ekspektasi pelaku bisnis tahun depan benar-benar bisa recovery,"ujarnya.

    Memang ada ancaman, kata Kariyanto seperti nilai tukar rupiah dan perang dagang Cina-Amerika Serikat yang semuanya bermura pada potensi resesi global. Kendati demikian, menurutnya Pemerintah Indonesia masih akan mampu mengatasi hak tersebut.

    "Kami melihat pemerintah bisa melakukan antisipasi dari berbagai sisi. Tapi kami pelaku pasar tentu juga berharap kondisi politik dan ekonomi bisa stabil agar kami bisa mencatat pertumbuhan bagus,"ujarnya.

    Kariyanto tak menampik, bahwa kondisi politik akan mempengaruhi penjualan mobil premium. Menurut dia, pasar mobil miliar rupiah sangat sensitif dengan guncangan politik dan ekonomi.

    "Iya betul Pilkada serentak, tapi yang penting aman. Karena memang, istilahnya segmen premium sangat sensitif. Kalau kondisi kurang stabil, mereka biasanya menunda pembelian,"ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.