Diekspor ke Filipina, Mobil Pikap Isuzu Traga Dijadikan Angkot

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Isuzu Traga siap dieskpor ke negara tetangga. TEMPO/Wira Utama

    Isuzu Traga siap dieskpor ke negara tetangga. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Karawang - Hari ini, Isuzu melakukan peluncuran perdana ekspor untuk Isuzu Traga ke Filipina. Mobil pikap ini akan digunakan sebagai kendaraan penumpang. Rakitan Karawang itu nantinya dirombak menjadi mobil angkutan umum sejenis mikrolet atau angkot.

    "Semacam mobil penumpang Flexi-Van dengan kapasitas sekitar 16 orang," ujar Division Head Technical dan Plant Isuzu Astra Motor Indonesia, Rodko Purba yang ditemui di sela-sela seremoni ekspor Traga di Karawang, Kamid 12 Desember 2019.

    Di Filipina, moda transportasi itu lumrah disebut sebagai Flexi-Truck, Flexi-Van, Jeepney, Dyipni, dan sebagainya. Traga sendiri akan dikonversi menjadi model tersebut. Sekitar 80 persen, kata Purba mobil ekspor akan menjadi flexi-van.

    Pekerja melihat Isuzu Traga yang telah selesai dirakit di Pabrik Izuzu, Karawang, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    "Tapi kami tidak ekspor bodi (angkot filipina) secara utuh. Kita cuman kabin dan sasis,"ujarnya.

    Adapun perbedaan Isuzu Traga yang diekspor ke Filipina dengan yang dipasarkan di Tanah Air tidak terlampau beda. Hanya sedikit ubahan menyesuaikan kondisi di negeri berjuluk Lumbung Padi tersebut.

    "Spesifikasi tidak begitu banyak perbedaan. Kalau yang ekspor itu, mesin-nya sudah Euro 4 (emisi gas buang) dan setir kiri. Selebihnya mirip di Indonesia,"kata Vice President Isuzu Astra Motor Indonesia, Keiji Takeda dalam kesempatan terpisah.

    Takeda juga menyebut alasan IAMI memilih Filipina sebagai tujuan ekspor perdana. Kata dia, Filipina adalah negara tebesar kedua yang pangsa pikap setelah Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.