Penjualan Mobil Listrik di Cina Tembus 1 Juta Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengunjungi pameran mobil listrik MIKI buatan Shandong HTM di Yantai, Cina, 21 November 2014.  ChinaFotoPress via Getty Images

    Warga mengunjungi pameran mobil listrik MIKI buatan Shandong HTM di Yantai, Cina, 21 November 2014. ChinaFotoPress via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan mobil energi terbarukan di Cina, termasuk mobil listrik, periode Januari-November 2019 mencapai 1,04 juta unit. Dikutip dari data Asosiasi Produsen Otomotif Cina (CAAM), angka ini naik 1,3 persen dari tahun sebelumnya. Produksi juga naik 3,6 persen menjadi 1,09 juta unit. 

    Sedangkan penjualan dan produksi kendaraan penumpang pada November 2019 tercatat masing-masing mencapai 2,06 juta dan 2,16 juta unit. Ini adalah pencapaian tertinggi sepanjang 2019 atau naik 6,7 persen dan 11,6 persen dibanding bulan sebelumnya.

    Seperti diketahui industri otomotif cina mengalami kemerosotan sejak awal tahun 2019. CAAM menyebutkan bahwa selama 11 bulan pertama 2019 total penjualan dan produksi mobil Cina mengalami penurunan.

    Total penjualan dan produksi mobil periode Januari-November 2019 masing-masing turun sebesar 9,1 persen dan 9 persen (year on year) menjadi 23,11 juta dan 23,04 juta unit. 

    "Namun penurunan itu telah menyempit sejak kuartal keempat tahun ini dan puncaknya terjadi di November yang menjadi titik cerah bagi kebangkitan industri otomotif Cina," kata Asisten Sekretaris Jenderal CAAM, Chen Shihua.

    Chen menambahkan bahwa penurunan itu disebabkan oleh menurunnya kepercayaan konsumsen. Hanya saja, kata dia, apabila pertumbuhan pada kuartal ini dapat dipertahankan maka tahun depan, industri mobil Cina akan kembali stabil.

    Sekadar tambahan, industri otomotif di Indonesia juga mengalami hal serupa. Sempat mengalami pasang surut di semester pertama dan mulai membaik menjelang tutup buku 2019. Meski begitu, secara keseluruhan industri otomotif tetap mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya.

    Dari data Gaikindo per November 2019, penjualan kendaraan penumpang mengalami penurunan sebesar 10-11 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan kendaraan niaga turun hingga 18 persen. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.