Banyak Permintaan, Isuzu Buka Peluang Produksi Traga Minibus

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Microbus Isuzu Traga dipamerkan dalam ajang GIIAS 2019. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    Microbus Isuzu Traga dipamerkan dalam ajang GIIAS 2019. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Division Head Technical dan Plant Isuzu Astra Motor Indonesia, Rodko Purba mengaku sudah menerima banyak permintaan Isuzu Traga versi penumpang. Melihat itu, IAMI tak menutup kemungkinan untuk memproduksi pada tahun 2020.

    "Kita masih studi, tahun depan kita lihat,"ujarnya di sela-sela peresmian ekspor Traga ke Filipina, di Karawang, Kamis 12 Desember 2019.

    Sudah banyak permintaan sih, kata Purba, untuk versi angkot Traga. Namun IAMI mesti mendalami, sebab model tersebut memiliki izin yang berbeda dengan jenis pikap.

    "Izinnya beda, jadi kita lagi urus itu. Ya, mungkin tahun depan sudah bisa untuk angkut orang,"ujarnya.

    Jika nantinya resmi, maka produksinya pun akan menggandeng perusahaan karoseri. Dia mencontohkan Isuzu Elf yang juga menggandeng sejumlah perusahaan karoseri. Di antaranya PT Delima Mandiri, PT Adicitra Bhirawa, PT Garis Harmoni, PT Catur Karya Bersama, PT Delima Jaya, PT Gunung Mas Bersinar, PT Putra Agung Setia, dan T Farrasindo Perkasa

    "Kemungkinan tetap kerja sama karoseri sama dengan Elf untuk bikin model Busnya,"ujarnya.

    Traga versi non pikap sendiri bukan barang baru bagi IAMI. Pemda Jawa Barat sudah lebih dulu menggunakan Traga untuk kendaraan operasional desa dengan platform Maskara atau kepanjangan dari Mobil Aspirasi Kampung Juara.

    Maskara didesain sebagai mobil multifungsi yang bisa dimanfaatkan sebagai angkutan pertanian, mobil jenazah, sampai mobil hiburan. Mobil yang diinisiasi Ridwan Kamil ini disematkan peralatan seperti sound system, layar proyektor, dan genset.

    "Kita baru kerja sama dengan Pemda Jawa Barat. Kalau gak salah kemarin mereka pesan 100 unit lebih," ucap Purba.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.