Hadapi Era B30, Isuzu Indonesia Siapkan Teknologi Filter

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan perbedaan bahan bakar B20 dan B30 saat peluncuran B30 di kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6) Pemerintah melakukan uji coba penggunaan Bahan Bakar campuran Biodiesel 30% (B30) pada bahan bakar solar kendaraan bermesin diesel. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas menunjukkan perbedaan bahan bakar B20 dan B30 saat peluncuran B30 di kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6) Pemerintah melakukan uji coba penggunaan Bahan Bakar campuran Biodiesel 30% (B30) pada bahan bakar solar kendaraan bermesin diesel. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tinggal menghitung hari, Bahan Bakar Bio Deiesel atau B30 akan diterapkan di Indonesia. Isuzu sebagai salah satu merek yang gencar memproduksi mesin diesel sudah menyiapkan teknologi mengatasi kerak serta penyumbatan pada komponen-komponen mesin.

    "B30, kami sudah siap. Mesin-mesin Isuzu sudah siap,"ujar Division Head Technical dan Plant Isuzu Astra Motor Indonesia, Rodko Purba di Karawang, Kamis 12 Desmeber 2019.

    Isuzu Elf maupun Isuzu Giga, kata Pura sudah siap dengan mesin Commonrail. Adapum kendala yang bsia muncul seperti kerak atau soapy bisa diatasi dengan pergantian filter rutin. Misalnya setiap 10 rubu kimoter.

    "Kita sudah mulai studi dan kita bilang siap untuk ke sana,"ujarnya.

    Sebelumnya General Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril menjelaskan bahwa Isuzu juga menggunakan double filter untuk mesin-mesin baru. Alasannya karena bahan bakar B30 memiliki efek soapy, sehingga kerak terlepas yang dapat menyebabkan penyumbatan pada injector pump.

    Selain itu, ada juga teknologi baru yang dipakai Isuzu, yakni Diamond Like Carbond atau DLC. Penggunaan DLC ini bisa mencegah tersumbatnya saluran injector pump. "Jadi nozzle Isuzu dilapisi dengan Diamod Like Carbon (DLC) untuk mencegah penyumbatan,"ujarnya.

    Sekadar tambahan Pemerintah RI akan menerapkan secara maksimal penggunaan B30 pada awal tahun 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.