5 Tips Aman dan Nyaman Naik Sepeda Motor pada Musim Hujan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor dan dua penumpangnya terjatuh saat melintas di Jalan Raya Siliwangi, Tangerang Selatan (13/1). Akibat jalan rusak  disertai genangan air saat musim hujan  menyebabkan banyak pengendara sepeda motor terjatuh. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pengendara motor dan dua penumpangnya terjatuh saat melintas di Jalan Raya Siliwangi, Tangerang Selatan (13/1). Akibat jalan rusak disertai genangan air saat musim hujan menyebabkan banyak pengendara sepeda motor terjatuh. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekalipun acap dianggap sepele, para pengguna sepeda motor tetap perlu memperhatikan beberapa hal ini agar bisa nyaman dan aman berkendara saat diguyur hujan.

    Meskipun teknologi motor dari berbagai aspek semakin canggih bukan berarti tak bisa rusak atau mogok. Mulai dari motor dengan harga belasan juta hingga motor ratusan juta tak luput dari masalah tersebut.

    Salah satu sebab yang kerap membuat kendaraan roda dua mogok adalah faktor cuaca, termasuk hujan. Begitu pun dari aspek pengguna, jalan licin hingga genangan di jalan juga dapat mengganggu konsentrasi pengendara.

    Untuk itu, sebelum bepergian menggunakan sepeda motor saat musim hujan. Maka sebaiknya perlu memperhatikan hal-hal yang mungkin saja masih dianggap sepele ini.

    1. Jas Hujan

    Ada berapa banyak penjual jas hujan pinggir jalan yang Anda temukan dalam beberapa pekan terakhir. Ya, kemungkinan lebih banyak dari biasanya. Itu karena mayoritas pengguna sepeda motor masih menganggap jas hujan sebagai peralatan yang tidak begitu penting.

    Pada hal perlengkapan ini amat penting terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan beriklim tropis. Dimana cuma ada dua musim, yakni kemarau dan hujan. Potensi hujan tentu ada, terlebih belakangan musim hujan di Indonesia makin sulit diprediksi. Maka dari itu tak ada salahnya menyediakan jas hujan di bagasi motor.

    Dengan jas hujan, pengendara motor akan tetap nyaman dan bisa berkonsentrasi melewati guyuran hujan. Tanpa jas hujan, dipastikan perjalanan Anda akan terhambat. 

    2. Ban Motor

    Dalam musim hujan pastikan kondisi kelayakan ban Anda memenuhi standar. Mulai dari kualitas permukaan hingga tekanan angin. Kalau pun sudah tak layak dan belum punya ongkos untuk mengganti, paling tidak Anda bisa mawas diri agar tidak memacu kendaraan secara berlebihan.

    Perlu diingat kualitas dan tekanan angin pada ban dapat mempengaruhi daya cengkram di aspal. Ban yang kempis juga berpotensi memperpendek umur komponen lain pada motor. Paling deka tentunya velg dan suspensi.

    3. Kecepatan

    Jika dalam kondisi normal Anda bisa memacu sepeda motor 60-70 kilometer per jam. Maka pada musim hujan. disarankan agar dikurangi saat hujan.

    Selain karena jarak pandang yang terbatas, kinerja ban juga tidak akan maksimal. Sebab tak semua jenis ban memiliki daya cengkram yang bagus saat dalam kondisi basah.

    Last But not Least, memacu kendaraan di tengah guyuran hujan juga berpotensi menganggu pengguna jalan lain. Pernah terciprat air genangan dari pengguna motor yang ugal-ugalan. Ya, begitulah rasanya. Membikin jengkel bukan.

    4. Lampu

    Menyalakan lampu saat berkendara dalam kondisi hujan jga tak kalah penting. Selain sebagai penerangan tambahan, lampu juga berfungsi untuk memberikan sinyal kepada pengguna jalan yang ada di depan. Termasuk dari arah berlawanan.

    Lebih bagus lagi jika motor Anda dilengkapi dengan lampu kabut. Pancaran dari lampu jenis ini memang lebih terang saat hujan. Sayangnya tidak semua motor dilengkapi lampu kabut.

    5. Busi

    Khusus untuk motor matik dan bebek yang punya populasi tertinggi di Indonesia. Perlu diingat bahwa posisi businya berada di bagian bawah, sangat dekat dengan aspal. Untuk itu jangan sampai, terkena genangan air apalagi dalam waktu yang lama.

    Begitupun dengan knalpot. Hindari genangan yang tingginya melewati mulut knalpot sepeda motor Anda. Sebab jika air masuk ke dalam, kemungkinan besar motor akan mogok.

    DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.