Kata Bos Toyota Soal Penyebab Penjualan Mobil Tahun Ini Melorot

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • New Toyota Avanza. Magelang. 27 Februari 2019.

    New Toyota Avanza. Magelang. 27 Februari 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang 2019, pasar mobil domestik mengalami penurunan cukup tajam. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikelola Astra, penjualan mobil pada Januari—November mencapai 940.362 unit, turun 11,57 persen secara tahunan.

    Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan bahwa, saat ini orang dapat menggunakan kendaraan penumpang hingga lebih dari 5 tahun. Hal ini menurutnya merupakan dampak dari teknologi kendaraan yang semakin efisien dan canggih.

    “Hal ini terjadi karena teknologi kendaraan saat ini semakin durable, penggunaan pelumas juga kans ekarang berubah, karena teknologinya lebih canggih. Ini menyebabkan konsumen lebih lambat untuk ganti unit, jadi lebih lama,” katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

    Dia mengatakan bahwa sejatinya pasar diharapkan sudah membaik dalam kurun waktu 6 bulan setelah pelaksanaan Pemilu, atau pada November. Namun, pada kenyataanya pasar belum sepenuhnya pulih, penjualan setiap bulan masih berada di bawah 100.000 unit.

    “Waktu 2014, ada dinamika Pilpres juga, market itu naiknya sekitar 6 bulan kemudian, tapi sekarang perhatikan, setelah Pilpres pada April, sekarang ini agak sulit untuk recover, makanya saya pikir ada ada faktor lain yang turut memengaruhi hal itu,” ujarnya.

    Dia megatakan bahwa pulihnya pasar otomotif pada tahun ini diyakini akan membutuhkan waktu yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Dia juga mengatakan belum terlalu yakin bahwa kondisi pasar pada tahun depan akan lebih baik dari tahun ini.

    Menurutnya, penjualan pada Januari—Februari dapat menjadi barometer yang tepat untuk mengukur proyeksi 2020. Momentum penting seperti Lebaran dan akhir tahun harus dimanfaatkan dengan tepat pada tahun depan untuk menggenjot penjualan.

    Di sisi lain, dia mengatakan di tengah pasar yang menurun Toyota juga cukup mendapatkan persaingan ketat dari para penantang baru, khususnya para pabrikan Cina. Dia memperkirakan hal ini menyebab kenaikan pangsa pasar Toyota pada saat pasar melesu kali ini tidak setinggi yang diperikirakan.

    “Market share kita cuma sekitar 32 persen padahal di saat sulit, biasanya kita bisa naik 4-5 persen, tapi sekarang cuma bisa naik sekitar 1 persen, ada sesuatu yang memengaruhi, apakah ada China maker? Saya sih pikir karena ada pilihan baru, seperti Cina maker, itu yang memengaruhi orang mulai itu nahan.”

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.