Suzuki Carry Diklaim Kuasai Pasar Pikap, Andalan Jualan SIS

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki ST20 (kanan) tahun produksi 1981 milik Dang Sani Imansyah terpilih menjadi pemenang utama

    Suzuki ST20 (kanan) tahun produksi 1981 milik Dang Sani Imansyah terpilih menjadi pemenang utama "Kontes Legend Carry" bersanding dengan New Suzuki Carry (kiri) di IIMS 2019. (Suzuki)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil pikap Suzuki Carry terbaru justru mencatatkan penjualan positif menjadi 5.843 unit atau mengalami kenaikan 4 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun pasar roda empat nasional saat ini sedang mengalami kelesuan.

    "Kita bisa sukses tahun ini dengan keadaan market turun tapi kita bisa maintain market share berkat kontribusi pick-up," ungkap 4W Sales Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Makmur di Jakarta, usai peluncuran New Baleno.

    Makmur mengatakan, penjualan dari kendaraan niaga ini secara ritel juga terjual lebih dari 5.000 unit pada bulan ke-11 2019. "Pikap kita terakhir di bulan November kemarin tembus di atas 5.000 unit untuk ritel sales-nya. Jadi kuasai pasar hampir 57 persen," kata Makmur.

    "Jadi kita masih menguasai market share nomor 1 dimana tahun lalu kira-kira 46 persen," tambahnya.

    Jika dilihat pada November 2019, PT SIS membukukan total wholesales sebanyak 10.077 unit atau meningkat sebesar 16 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dari Januari hingga November 2019, produk Suzuki buatan lokal berkontribusi sebesar 87,9 persen terhadap penjualan nasional Suzuki.

    PT SIS juga tidak menargetkan angka berlebihan untuk menghadapi tahun 2020. "Proyeksi keseluruhan di 2020, kalau melihat dari data Gaikindo market turun ya dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu kan diestimasikan 1.150.000 tahun ini di estimasikan 1.050.000 unit dan tahun depan juga diestimasikan akan sama," ujar Makmur.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.