Kata Gaikindo Soal Prediksi Pasar Otomotif Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan bekerja di jalur produksi mobil Volkswagen Tiguan di pabrik perakitan perusahaan di Puebla, Meksiko, 10 Juli 2019. Volkswagen Tiguan diproduksi pertama pada musim dingin 2007 di Wolfsburg, Germany, dan mulai dijual kemudian. REUTERS/Imelda Medina

    Seorang karyawan bekerja di jalur produksi mobil Volkswagen Tiguan di pabrik perakitan perusahaan di Puebla, Meksiko, 10 Juli 2019. Volkswagen Tiguan diproduksi pertama pada musim dingin 2007 di Wolfsburg, Germany, dan mulai dijual kemudian. REUTERS/Imelda Medina

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan bahwa pihaknya memproyeksikan pertumbuhan total pasar domestik akan mencapai 5 persen pada 2020. Adapun, untuk produksi kendaraan roda empat dia mengharapkan pertumbuhannya dapat lebih besar dari penjualan. Hal itu, lanjutnya, dapat tercapai apabila tren positif peningkatan ekspor dapat berlanjut hingga 2020.

    “Mungkin produksi bisa lebih besar kenaikannya, asalkan angka ekspornya juga bisa naik signifikan. Hanya saja besaran ekspornya ini yang kita tidak tahu, karena ekspor selalu dikendalikan oleh kantor pusat [prinsipal] mereka,” jelasnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

    Dia juga menambahkan bahwa angka ekspor sulit diprediksi lantaran realisasinya akan bergantung pada permintaan di negara tujuan. Kondisi ekonomi global, lanjutnya, juga akan turut memengaruhi kinerja ekspor kendaraan roda empat dari Indonesia.

    Adapun beberapa pabrikan memproyeksikan angka pertumbuhan yang serupa dengan prediksi Gaikindo. Salah satunya adalah PT Honda Prospect Motor (HPM), agen pemegang merek (APM) Honda di Indonesia, yang memperkirakan pasar bakal tumbuh di kisaran 5 persen.

    Direktur Inovasi Bisnis, Penjualan dan Pemasaran HPM Yusak Billy menargetkan, dari pertumbuhan tersebut Honda dapat mempertahankan pangsa pasar di kisaran 14 persen. Saat ini, pangsa pasar HPM tercatat sebesar 13,2 persen.

    “Target produksi untuk kebutuhan pasar dalam negeri tahun depan mengikuti target penjualan kami, di mana target kami adalah mempertahankan market share di kisaran 14 persen. Kapasitas produksi kami saat ini sekitar 200.000 unit per tahun,” ujarnya.

    Secara kumulatif penjualan ritel Honda pada Januari—November tercatat sebanyak 135.076 unit, turun 24,36 persen secara tahunan. Sementara itu, total penjualan wholesale Honda mencapai 125.034 unit, turun 16,13 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    Yusak menjelaskan salah satu strategi utama Honda pada tahun ini adalah menjaga harga jual dengan melakukan efisiensi di lingkup internal. Adapun, untuk tahun depan, Honda akan berfokus pada penyegaran produk dan program penjualan.

    Sementara itu, PT Toyota Astra Motor (TAM), APM Toyota di Indonesia memproyeksikan kenaikan pasar pada tahun depan akan mencapai kisaran 2—3 persen. Dari sisi pangsa pasar TAM menargetkan dapat mempertahankan angka 32 persen.

    “TAM pastinya karena market share akan dipertahankan pada kisaran yang sama, yakni 32 persen, rasanya pertumbuhannya akan sama,” kata Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmi Suwandy kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.