Tips Melintas Tol Layang Japek agar Kaki-kaki Mobil Tahan Lama

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara mobil melintas di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ('Japek Elevated'), Bekasi, Jawa Barat, Senin, 23 Desember 2019. Memasuki H-2 Natal 2019 atau pada Senin pagi hingga siang arus kendaraan bermotor yang melintasi tol layang sepanjang 36,4 tersebut terpantau ramai lancar. ANTARA

    Sejumlah pengendara mobil melintas di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ('Japek Elevated'), Bekasi, Jawa Barat, Senin, 23 Desember 2019. Memasuki H-2 Natal 2019 atau pada Senin pagi hingga siang arus kendaraan bermotor yang melintasi tol layang sepanjang 36,4 tersebut terpantau ramai lancar. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Teknisi Ahli Worner Matic, Hermas Prabowo menawarkan tips-tips berkendara di jalur Tol Layang Jakarta - Cikampek atau Tol Layang Japek II. Kontur jalan bergelombang dan sambungan yang masih kasar menurut dia bisa membuat kaki-kaki mobil bekerja lebih keras.

    "Area kaki-kaki mobil akan bekerja lebih keras saat melintasi jalan bergelombang," ujar Teknisi Bengkel Spesialis Transmisi dan Mobil Matic tersebut.

    Hermas pun menjelaskan bagaimana komponen kaki-kaki mobil tersebut bekerja ekstra. Mulai dari ban hingga T-Rod. Untuk ban, kata dia, tol layang yang bergelombang bisa membuat permukaan ban tidak menapak rata, karena efek dari beban yang tidak terdistribusi sempurna. "Apalagi kalau roda sampai spin," ujarnya.

    Untuk suspensi, dia menyebut, kerja pegas suspensi akan berat, juga kerja peredam kejut (shock absorber). Efek dari rentang ayunan yang lebar, cenderung tidak stabil. Belum lagi karet support shock absorber juga bekerja ekstra keras. Dampaknya cepat aus.

    Dia juga menyoroti bagian as roda, baik mobil berpenggerak roda depan atau FWD atau juga AWD. Di bagian as roda, lanjut dia, terdapat inner constant velocity (CV) joint yang menghubungkan as dengan differensial di gearbox matic. Nah, kerja inner cv joint akan lebih berat, sebab sudut ayunan yang lebar akibat dari efek jalan bergelombang.

    "Itu memaksa inner cv joint tipe sliding bearing bekerja lebih keras. Begitu juga dengan outer cv joint dan pelindung karet inner dan outer cv joint (boot) juga bisa mudah rusak," kata dia.

    Untuk Control Arm, kata dia, membuat karet bushing control arm dan ball joint juga bekerja ekstra. Nah hal itu bisa membuat komponen cepat aus dan rusak.

    Lalu untuk T Rod, komponen ini juga tentu tak luput dari kerja keras saat melewati jalan bergelombang. Sebab akan menahan kendali roda agar tetap stabil.

    Hermas menambahkan, khusus untuk mobil berpenggerak roda belakang (RWD) dan AWD, kerja bushing dan ball joint pada lower control arm serta upper control arm juga lebih keras. Kedua komponen disebut mudah aus.

    "Bila bushing control arm sampai rusak, sudut tapak roda tidak tegak lurus, sedikit bergeser. Bisa memicu roda makan sebelah," ujarnya.

    Terkait semua itu, Hermas menawarkan solusi berkendara di jalur bergelombang seperti Tol Layang Japek. Terkhusus untuk pengguna mobil matic agar memacu kendaraan dalam batas kecepatan sedang. Berkisar 60 - 80 km per jam, sesuai anjuran pengelola tol. "Pada kisaran kecepatan itu, tingkat percepatan matic berada pada rasio gigi akhir. Tidak sedang berpindah gigi, jadi beban kaki-kaki juga tidak terlalu berat," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.