Cina Uji Coba Mobil Otonom Berpenumpang di Kota Padat Penduduk

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan mobil otonom di Changsa, Provinsi Hunan, Cina Tengah. Mobil yang disebut Robo Taxi ini diluncurkan Baidu dan FAW Hongqi pada September 2019. (WeChat account baiduidg/China Daily)

    Deretan mobil otonom di Changsa, Provinsi Hunan, Cina Tengah. Mobil yang disebut Robo Taxi ini diluncurkan Baidu dan FAW Hongqi pada September 2019. (WeChat account baiduidg/China Daily)

    TEMPO.CO, Jakarta - Uji coba mobil otonom dilakukan di enam kota di Cina, termasuk Beijing dan Shanghai. Mobil tanpa sopir itu mengangkut sejumlah penumpang saat menyusuri jalan perkotaan.

    Dilansir dari China Daily, selain Shanghai dan Beijing, empat kota lainnya adalah Guangzhou di provinsi Guangdong Cina Selatan, Changsha di provinsi Hunan Cina Tengah, Wuhan di provinsi Hubei Cina Tengah, dan Cangzhou di provinsi Hebei di Cina Utara.

    Namun sampai saat ini plat uji coba baru dikeluarkan di empat kota, yakni Shanghai, Wuhan, Changsha, dan Cangzhou. Baidu.inc sebuah perusahaan teknologi yang digandengan Ford dalam uji coba ini telah memperoleh plat mobil otonom di tiga kota Cina yakni Wuhan, Changsha dan Cangzhou.

    Sedangkan perusahaan lain seperti SAIC Motor, BMW, Didi Chuxing, dan Haylion Technologies juga telah memperoleh izin uji cobanya.

    Khusus di Kota Beijing, peraturan ketat dibuat untuk mengatur uji coba ini. Ketentuan mengenai jalur mana saja yang boleh dilalui dibuat lebih rinci. Termasuk mobil-mobil otonom yang diuji coba, wajib memiliki fitur pengalihan ke mode kemudi konvensional alias bisa dikendalikan oleh sopir secara mudah dan cepat.

    Adapun ketentuan tentang relawan yang berpartisipasi sebagai penumpang dalam tes harus berusia di atas 18 tahun. Sementara itu, pengemudi yang berpartisipasi dalam uji coba ini harus memiliki pengalaman berkendara lebih dari 100 jam, pada jenis mobil otonom yang digunakan saat uji coba.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).